Panglima TNI: Halau Kapal Pencuri Ikan di Zona Indonesia

Kompas.com - 08/01/2020, 17:57 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau kapal perang KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Rabu (8/1/2020). Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo meninjau kapal perang KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Rabu (8/1/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan telah memerintahkan TNI AL untuk menghalau kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan Zona Ekslusif Ekonomi ( ZEE) Indonesia.

Menurutnya saat ini tidak ada lagi kapal asing yang masuk wilayah kedaulatan RI.

"Saya memerintahkan TNI AL untuk menghalau kapal-kapal asing yang mengambil ikan di wilayah ZEE," jelas Hadi di Pangkalan TNI AU Raden Sadjat Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (8/1/2020) dilansir dari Antaranews.com.

Baca juga: Serahkan Sertifikat Tanah Warga, Jokowi: Natuna adalah Tanah Air Indonesia

Ia menjelaskan kapal-kapal asing boleh masuk ke wilayah ZEE.

Namun di zona tersebut kapal asing harus melaksanakan lalu lintas sesuai aturan internasional salah satunya yakni tidak mengambil ikan di wilayah tersebut.

"Namun yang tidak boleh mereka masuk ke ZEE dengan mengambil ikan di wilayah itu," tegas Panglima TNI.

Ia menyebut Indonesia memiliki wilayah teritorial 12 mil dari garis pantai sehingga TNI AL harus menghalau kapal asing yang mengambil ikan di ZEE.

Baca juga: Fakta tentang Natuna, Surga Bahari di Perbatasan Indonesia yang Miliki Cadangan Gas Raksasa

 

Kerahkan 4 pesawat tempur F-16

Prajurit TNI AL di atas KRI Tjiptadi-381 saat mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1/2020). Operasi tersebut digelar untuk melaksanakan pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) laut Natuna Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pd.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Prajurit TNI AL di atas KRI Tjiptadi-381 saat mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1/2020). Operasi tersebut digelar untuk melaksanakan pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) laut Natuna Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pd.
Selasa (7/1/2020), TNI AU Landasan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, menerbangkan empat pesawat tempur F-16 ke Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) dengan enam penerbang dan 60 kru termasuk teknisi.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka menjelaskan pesawat tempur itu akan menjalankan Operasi Lintas Elang 20 di Natuna.

"Operasi merupakan operasi rutin di wilayah barat. Jadi kali ini bertempat di Natuna untuk menjaga kedaulatan NKRI," ucap Ronny.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X