Kompas.com - 08/01/2020, 14:44 WIB
Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Natuna merupakan wilayah teritorial Indonesia yang tidak perlu di permasalahkan lagi. ?Disini ada Kabupaten, ada Bupatinya. Penduduk kita disini 81.000. Tidak ada yg perku diperdebatkan lagi, Natuna adalah Indonesia,? kata Presiden saat berkunjung ke Sentra Kelautan dan Perikanan di Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1). Antara Kepri/ChermanPresiden Joko Widodo menegaskan bahwa Natuna merupakan wilayah teritorial Indonesia yang tidak perlu di permasalahkan lagi. ?Disini ada Kabupaten, ada Bupatinya. Penduduk kita disini 81.000. Tidak ada yg perku diperdebatkan lagi, Natuna adalah Indonesia,? kata Presiden saat berkunjung ke Sentra Kelautan dan Perikanan di Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa wilayah Natuna adalah teritorial NKRI dan tidak perlu ada pihak yang meragukannya.

Hal tersebut dikatakan Jokowi saat berkunjung ke Natuna dan bertemu para nelayan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna, Kepulayan Riau pada Rabu (8/1/2020).

"Hari ini saya ingin memastikan dan memberitahukan bahwa Kepulauan Natuna dalah teritorial kita yang masuk dalam NKRI," kata Jokowi dilansir dari Antaranews.com

Baca juga: Indonesia di Antara Belitan Natuna, Utang, dan Investasi China

Ia mengatakan Natuna memiliki penduduk warga negara Indonesia dengan jumlah 81.000 jiwa dan masuk dalam salah satu dari 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

"Di sini ada bupati, gubernur. Jadi jangan sampai ada yang justru kita sendiri bertanya dan meragukannya," kata Jokowi.

"Apalagi yang harus dipertanyakan. Gak ada dan namanya kedaulatan tidak ada tawar menawar untuk kedaulatan kita," tambah Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyatakan sampai sat ini tidak ada kapal negara asing yang masuk wilayah teritorial Indonesia.

Baca juga: Lindungi Nelayan, Pemerintah Bakal Bangun SKPT Natuna Bagian Utara

"Saya tanyakan ke Pangliman TNI ada kapal yang masuk ke wilayah teritorial Indonesia, katanya gak ada," kata Jokowi.

Kapal yang lewat, menurut Jokowi adalah kapal yang masuk ke wilayah ZEE.

"Itu lewat semua kapal bisa, tapi hati-hati kalau dia nyuri ikan baru itu diusir atau ditangkap. Tapi itu tidak masuk dalam teritorial Indonesia," jelas Jokowi,

Setelah menemui para nelayan di di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna, Presiden Jokowi mendekati Kapal Pengawas Perikanan KKP.

Presiden Jokowi kemudian menuju ke Teluk Lampa Natuna tempat KRI Usman Harun bersandar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.