Kuasa Hukum Sudarto Siapkan Praperadilan Kasus Postingan Pelarangan Natal di Sumbar

Kompas.com - 08/01/2020, 14:05 WIB
Kuasa hukum Sudarto, tersangka ujaran kebencian pelarangan perayaan Natal, Wendra Rona Putra dari LBH Padang, saat ditemui di kantornya, Rabu (8/1/2020). KOMPAS.com/PERDANA PUTRAKuasa hukum Sudarto, tersangka ujaran kebencian pelarangan perayaan Natal, Wendra Rona Putra dari LBH Padang, saat ditemui di kantornya, Rabu (8/1/2020).

PADANG, KOMPAS.com - Kuasa hukum Sudarto dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Wendra Rona Putra, berencana melakukan tindakan praperadilan terhadap kasus yang menimpa kliennya.

Sudarto saat ini sudah ditetapkan Polda Sumbar sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian pelarangan perayaan Natal di Sumbar, walau belum ditahan. 

Menurut Wendra, saat ini, pihaknya sedang mengumpulkan bahan untuk pengajuan praperadilan dan jika sudah lengkap segera diajukan ke pengadilan.

"Penetapan tersangka diduga cacat formil. Proses gugatan praperadilan saat ini sedang kami persiapkan dan kami akan mengajukannya dalam tiga hari ke depan," kata Wendra kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2020) di kantor LBH Padang.


Baca juga: Duduk Perkara Ditangkapnya Sudarto Terkait Kasus Larangan Natal di Dharmasraya

Alasan praperadilan

Wendra menyebutkan penangkapan terjadi tiba-tiba tanpa prosedur pemanggilan terlebih dahulu dan diduga telah melanggar ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

"Dalam peraturan itu mengamanatkan sebelum penangkapan mestinya dilakukan upaya paksa pemanggilan," kata Wendra.

Penangkapan terhadap Sudarto  dilakukan oleh Polda Sumatera Barat berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/77/K/XII/2019/Polsek pada tanggal 29 Desember 2019 atas nama Harry Permana yang merupakan salah seorang warga di Dharmasraya.

Baca juga: Tangkap Sudarto Terkait Larangan Natal di Dharmasraya, Polisi Amankan Ponsel dan Laptop

Tanggapan Polda Sumbar

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumbar Kombes Pol Juda Nusa Putra menyebutkan tindakan gugatan praperadilan yang dilakukan kuasa hukum Sudarto merupakan haknya.

"Silahkan itu hak mereka untuk melakukan upaya hukum lalui jalur praperadilan," kata Juda.

Juda mengaku proses penetapan tersangka sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Iya, pastilah sesuai prosedur," jelas Juda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X