Minta Nelayan Surabaya Tak Melaut karena Cuaca Ekstrem, Risma Siapkan Gudang Makanan

Kompas.com - 07/01/2020, 21:08 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menggelar pertemuan dengan kepolisian dan TNI dalam upaya mengantisipasi cuaca ektrem yang terjadi di Surabaya, Selasa (7/1/2020). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menggelar pertemuan dengan kepolisian dan TNI dalam upaya mengantisipasi cuaca ektrem yang terjadi di Surabaya, Selasa (7/1/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginstruksikan jajarannya untuk memberikan sosialisasi kepada nelayan agar tidak melaut sampai kondisi cuaca stabil.

Selama nelayan tidak bekerja, Risma memastikan telah menyiapkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

"Saya perintahkan seluruh pintu air ditutup. Para nelayan jangan melaut dulu. Sudah saya siapkan gudang makanan yang pasti ada beras di Bulog. Jadi kita bantu selama mereka tidak bekerja," kata Risma saat menggelar pertemuan tiga pilar bersama jajaran kepolisian dan TNI di ruang sidang wali kota, Balai Kota Surabaya, Selasa (7/1/2020).

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Surabaya, Ini Tindakan dan Imbauan Risma untuk Warga

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Risma menyebut bahwa Kota Surabaya diprediksi akan dilanda cuaca ekstrem kurang lebih satu minggu ke depan.

Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya juga akan memasang alat berupa kamera dan layar untuk memonitor cuaca, terutama daerah yang berdekatan dengan pesisir laut.

Warga akan diajarkan untuk membaca keadaan air melalui alat tersebut.

"Jadi warga juga bisa ikut memantau. Kami letakkan alatnya di Balai RW," ujar Risma.

Di kesempatan itu, Risma juga akan membuat surat edaran di sekolah agar saat jam sekolah anak-anak dilarang bermain di halaman atau pun keluar kelas.

Apalagi, saat terjadi angin kencang dan hujan, mereka diwajibkan berada di dalam kelas dan para guru diminta untuk tetap mendampingi mereka.

"Nanti ada surat edaran untuk sekolah supaya anak-anak tidak keluar dari halaman sebelum jam pulang sekolah. Tidak ada anak yang bermain di luar. Mereka rentan untuk menyelamatkan diri ketika air tumpah," kata Risma.

Baca juga: Persoalan Sampah hingga Papua Jadikan Risma Wali Kota Tervokal di 2019

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X