Ayah Cabuli Anak Kandung Selama 3 Tahun hingga Hamil dan Melahirkan

Kompas.com - 07/01/2020, 19:26 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi

KOTABARU, KOMPAS.com - Seorang ayah di Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) tega mencabuli anak kandungnya sendiri hingga hamil dan melahirkan.

Perbuatan tersebut dilakukan tersangka YD (40) terhadap anak kandungnya AD (19) sejak tahun 2016 lalu. Saat itu, AD masih berumur 16 tahun.

Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan mengatakan, YD kerap mencabuli anak kandungnya karena dipengaruhi minuman keras dan sering menonton video porno.

"Tersangka ini mencabuli anak kandungnya karena dipengaruhi miras dan juga karena sering menonton video porno," ujar AKBP Andi Adnan saat dihubungi, Selasa (7/1/2020).

Baca juga: Ayah Cabuli Anak Tiri hingga Hamil 5 Bulan, Terungkap Setelah Tepergok Sang Ibu

Pencabulan oleh YD terhadap AD pertama kali dilakukan di rumah mereka di Kecamatan Sigam, Kotabaru.

Saat itu, AD mengeluh sakit pada bagian dada dan mengaku sesak nafas.

Tanpa ada perasaan curiga sedikit pun, AD pun meminta tolong kepada ayahnya untuk diobati.

Karena tak punya biaya ke dokter, AD kemudian diobati oleh YD dengan cara tradisional menggunakan daun sirsak yang ditempelkan di bagian dada AD.

Saat itulah muncul nafsu YD melihat bagian dada AD. YD pun langsung mencabuli AD.

"Pertama kali dicabuli saat anaknya itu mengeluh sakit pada bagian dada, kemudian diobati oleh tersangka secara tradisional, saat itulah muncul nafsu tersangka mencabuli korban," jelas Andi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X