Sekolah Kebanjiran, Siswa Madrasah Ini Dipulangkan Lebih Awal

Kompas.com - 07/01/2020, 15:20 WIB
Kondisi ruang perpustakaan MI Nizhamiyah di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tergenang air pada Selasa (7/1/2020). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍKondisi ruang perpustakaan MI Nizhamiyah di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tergenang air pada Selasa (7/1/2020).

JOMBANG, KOMPAS.com - Akibat lingkungan sekolah dilanda banjir, salah satu sekolah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terpaksa memulangkan siswanya lebih awal.

Sekolah tersebut adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nidzamiyah di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Banjir yang menggenangi lingkungan sekolah dan beberapa ruang tersebut terjadi sejak Selasa (7/1/2020) pagi.

Pantauan Kompas.com, banjir dengan ketinggian 50 sentimeter menggenangi halaman sekolah, ruang guru, ruang laboratorium, serta ruang perpustakaan.

Baca juga: Wali Kota Bogor Tagih Janji Anies Soal Penanganan Banjir

Muhammad Muhlas (54), penjaga sekolah mengungkapkan, banjir menggenangi lingkungan sekolah sekitar pukul 06.30 WIB.

Sebelum memasuki lingkungan sekolah dan menggenangi beberapa ruangan, air luapan Sungai Marmoyo sudah menggenangi jalan sejak pukul 3 dini hari.

"Karena air makin tinggi dan beberapa ruangan mulai digenangi air, maka tadi jam setengah 11 anak-anak dipulangkan," ungkap Muhlas, kepada Kompas.com, di lokasi banjir.

Kondisi banjir yang melanda wilayah Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (7/1/2020).KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Kondisi banjir yang melanda wilayah Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (7/1/2020).

Muhlas mengatakan, banjir yang melanda sekolah berasal dari meluapnya Sungai Marmoyo, yang tak jauh dari lokasi sekolah.

Selain dari luapan air Sungai Marmoyo, banjir yang melanda wilayah Desa Jatigedong juga merupakan imbas dari hujan deras yang terjadi pada Senin (6/1/2019) sejak petang hingga malam. 

"Tadi malam memang hujan enggak berhenti, terus sungai meluap. Jam 5 air sudah di jalan dan tadi pagi mulai jam 7 air mulai masuk rumah," kata Suparman, warga Desa Jatigedong.

Baca juga: 100.000 Jiwa di Kendal Terancam Kebanjiran Akibat Tanggul Kali Bodri Longsor

Selain melanda Desa Jatigedong, sejumlah Desa di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, juga dilanda banjir sejak Selasa dini hari.

Desa yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Marmoyo, yakni Desa Rejoagung, Pandan Blole, dan Pager Tanjung.

Camat Ploso, Suwignyo mengatakan, banjir yang melanda beberapa Desa di Kecamatan Ploso, pada ketinggian 20 sentimeter hingga 40 sentimeter.

"Ketinggiannya mulai dari mata kaki sampai sekitar 40 sentimeter. Sampai saat ini tidak ada yang mengungsi," kata Suwignyo, saat meninjau desa-desa yang dilanda banjir.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 1.103 Meter, Ini Tujuannya

Masyarakat Adat Dayak Lundayeh Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 1.103 Meter, Ini Tujuannya

Regional
Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Regional
Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Regional
Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X