ABK KM Awu Tewas di Kapal, 2 ABK Lain Bakal Diperiksa

Kompas.com - 07/01/2020, 14:44 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

SURABAYA, KOMPAS.com - Polisi mengaku sudah melakukan serangkaian proses hukum dalam kasus meninggalnya Nor Effendy, ABK KM Awu yang ditemukan meninggal di kamarnya pada Jumat (4/1/2020) lalu.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara di kamar korban di atas KM Awu, polisi juga sedang menjadwalkan pemanggilan 2 saksi dari pihak ABK KM Awu.

Baca juga: ABK KM Awu Tewas di Kapal, Diduga Dibunuh

 

"2 saksi dari pihak ABK KM Awu akan kami panggil pekan depan untuk diperiksa," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Dimas Ferry Anuraga, saat dikonfirmasi, Selasa (7/1/2020).

Selain itu, pihaknya juga sedang menunggu hasil otopsi tim dokter RSU dr Soetomo Surabaya, sebagai tambahan barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut.

"Update akan kami sampaikan selanjutnya," terang Dimas.

Nor Effendi, seorang Anak Buah Kapal (ABK) meninggal dunia di atas KM Awu milik PT Pelni (Persero) pada Jumat (4/1/2020) siang.

Baca juga: Komisi V DPR RI Desak KNKT Investigasi Penyebab Terbakarnya KM Awu

 

Pria 47 tahun itu meninggal dalam perjalanan dari Teluk Kumai, Kalimantan Tengah, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Pihak keluarga menyebut kematian bapak 2 anak itu tidak wajar, karena pihak keluarga menemukan luka di sejumlah bagian tubuh Nor Effendi. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Sering Dikucilkan hingga Tersulut Emosi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Sering Dikucilkan hingga Tersulut Emosi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Regional
Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Regional
84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X