Gempa Bumi Sinabang Aceh Terasa hingga Kabupaten Bener Meriah, Warga Panik

Kompas.com - 07/01/2020, 14:32 WIB
Tangkapan Layar terkait Gempa Bumi Sinabang, Aceh, yang dirilis BMKG. KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SPTangkapan Layar terkait Gempa Bumi Sinabang, Aceh, yang dirilis BMKG.

BENER MERIAH, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, turut merasakan getaran gempa bumi magnitudo 6, 4 yang berpusat di Sinabang, Aceh, Selasa (7/1/2019) pukul 13.05 WIB. 

Warga sempat panik akibat getaran gempa yang kencang. 

Alunini, ibu rumah tangga di Kampung Blang Panas, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menceritakan kepanikannya saat gempa terjadi. 

Saat itu sekitar pukul 13.00 WIB ia bersama putranya yang berusia tiga tahun sedang menonton televisi. 

Tiba-tiba ia merasakan guncangan gempa yang kuat. Karena panik, ia langsung membawa lari anaknya ke luar rumah.

Baca juga: Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Warga Simeulue Aceh Sempat Panik dan Berhamburan

Gempa 1 menit, warga takut rumah roboh

“Saat itu sedang nonton, lalu ada goyangan ke kanan dan ke kiri. Kami panik. Sambil istighfar saya bawa anak keluar,” kata Alunini melalui pesat singkat kepada Kompas.com, beberapa saat usai gempa mengguncang daerah itu.

Menurutnya, guncangan gempa terasa kurang lebih mencapai satu menit.

Karena guncangan gempa dianggap lama, ia pun memilih berada di luar rumah beberapa saat setelah gempa berhenti.

“Saya takut rumah roboh," tuturnya. 

"Jadi setelah semua aman, tidak ada kerusakan, baru saya kemudian masuk ke dalam." 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Regional
Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Regional
Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X