Ratusan Warga Unjuk Rasa dan Blokade Pintu Gerbang PT Semen Padang

Kompas.com - 07/01/2020, 13:23 WIB
Seratusan warga memblokir pintu gerbang PT Semen Padang menuntut Menteri BUMN membatalkan perjanjian antara ninik mamak dengan PT Semen Padang atau PT Semen Indonesia, Selasa (7/1/2020) KOMPAS.COM/PERDANA PUTRASeratusan warga memblokir pintu gerbang PT Semen Padang menuntut Menteri BUMN membatalkan perjanjian antara ninik mamak dengan PT Semen Padang atau PT Semen Indonesia, Selasa (7/1/2020)

PADANG, KOMPAS.com - Ratusan warga Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit (LBB) Padang, Sumatera Barat, memblokade pintu gerbang PT Semen Padang di Lubuk Kilangan, Selasa (7/1/2020).

Mereka membentangkan spanduk dan melakukan orasi di depan pintu gerbang sejak pukul 12.00 WIB.

"Kami minta Menteri BUMN batalkan semua perjanjian ninik mamak yang lama atau baru dengan PT Semen Padang atau PT Semen Indonesia," kata koordinator aksi, Arsonetri saat melakukan orasi.

Baca juga: Motor Oleng, Bibi dan Keponakan Tewas Dilindas Truk Semen di Palembang


Selain itu, LBB juga meminta Menteri BUMN untuk meninjau ulang peralihan hak PT Semen Padang kepada PT Semen Indonesia yang merugikan pemilik tanah ulayat Lubuk Kilangan karena tidak memberi manfaat bagi masyarakat setempat.

"Solusinya kita minta adanya perjanjian baru antara PT Semen Padang atau PT Semen Indonesia dengan LBB yang saling menguntungkan dan bermanfaat bagi masyarakat Lubuk Kilangan," kata Arsonetri.

Arsonetri juga mengancam jika tuntutan itu belum dikabulkan maka pihaknya akan terus memblokade pintu gerbang PT Semen Padang.

Menurut Arsonetri, sejak tahun 2010 sampai sekarang atau sejak saham PT Semen Padang dijual kepada PT Semen Indonesia, pihaknya bagaikan ayam kelaparan di ladang padi karena menderita di atas kemewahan PT Semen Indonesia.

"Kita tidak diperhatikan dan malahan diadu domba," kata Arsonetri.

Sementara itu, Ketua LBB Rabain Syukur menyebutkan saat ini di Lubuk Kilangan ada dua dualisme kepengurusan  Kerapatan Adat Nagari (KAN).

"Inilah yang kami duga ada indikasi adu domba antara kami. Untuk itu, sekarang kami bongkar kedua plang kantor KAN itu dan kami bawa ke sini," kata Rabain.

Rabain tidak ingin masyarakat terpecah belah karena adanya dualisme kepengurusan KAN itu sehingga diharapkan KAN kembali bersatu.

Baca juga: Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Sampai berita ini diturunkan, warga masih memblokade pintu gerbang PT Semen Padang sehingga tidak ada kendaraan yang bisa masuk ke kantor.

Sementara ratusan itu, petugas dari Polresta Padang berjaga-jaga di pintu gerbang mengamankan aksi demo warga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X