Diduga Cabuli 12 Siswi SD, Guru di Sleman Jadi Tersangka

Kompas.com - 07/01/2020, 13:14 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang guru sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Sleman berinisial S (48) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan.

S diduga mencabuli 12 siswinya.

Kanit PPA Polres Sleman Iptu Bowo Susilo mengatakan, S ditetapkan sebagai tersangka pada 8 Desember 2019.

"Oknum guru berinisial S ini terakhir melakukan tindakan cabulnya pada 13 Agustus 2019," ujar Bowo dalam jumpa pers, Selasa (7/1/2020)

Bowo menyampaikan, pada 13 Agustus ada kegiatan kemah bersama di daerah Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.

Saat malam hari, S ini masuk ke dalam tenda siswinya.

Di dalam tenda, tersangka lantas tidur di samping muridnya. Saat di dalam tenda itulah, S meraba murid-muridnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Oknum guru ini meraba empat siswi perempuan yang sedang tidur di tenda," ujarnya.

Baca juga: Guru SD di Sleman Diduga Cabuli Muridnya saat Kemah dan di UKS Sekolah hingga Korban Trauma

S yang bertatus sebagai PNS ini sebelumnya juga pernah melakukan tindakan tidak terpuji terhadap beberapa muridnya. Aksi bejat S ini dilakukan saat berada di UKS sekolah.

Saat di UKS ini, S berpura-pura mengajarkan pelajaran IPA, yakni tentang reproduksi.

Saat pelajaran didalam UKS itu, S meraba-raba muridnya.

Kepada muridnya, S mengancam agar tidak menceritakan kepada siapapun.

"Kalau misalkan diceritakan, S mengancam murid itu tidak akan lulus dan diberikan nilai C. Sehingga kejadian tersebut berulang sampai yang terakhir di perkemahan tanggal 13 Agustus itu," bebernya.

Aksi yang dilakukan oleh S ini terungkap setelah salah satu korban saat di perkemahan malapor kepada guru lainya.

"Esok hari (usai kemah) siswi ini mengadu kepada salah satu guru yang ada di SD tersebut, sambil menangis menceritakan kejadian pada malam hari itu," ungkapnya.

Menurutnya dari penyelidikan awal ada 12 siswi yang menjadi korban S. Siswi yang menjadi korban semuanya kelas enam SD.

Namun karena pertimbangan psikologis anak, hanya enam yang bisa dimintai keterangan sebagai saksi korban.

Peristiwa ini dilaporkan oleh orangtua korban ke Polres Sleman pada 22 Agustus 2019.

Diakuinya, prosesnya memang panjang karena untuk melengkapi alat bukti.

"Kita prosesnya memang agak panjang karena yang dilaporkan adalah oknum guru. Kita betul-betul melengkapi alat bukti, dan terakhir ada visum psikiatrikum. Jadi terhadap anak ini juga dimintakan pemeriksaan dari psikiater," ujar dia.

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami cemas, sedih, dan ada perasaan ketakutan yang berlebih.

Baca juga: Guru SD di Sleman Bantah Cabuli 4 Siswinya

Berdasarkan alat bukti tersebut pihaknya menetapkan S sebagai tersangka.

"Motif pelaku ini untuk kepuasan diri. Dia juga sudah punya anak dan istri," ujar dia.

S diancam dengan Pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

"Karena tersangka ini adalah tenaga pendidik, sehingga ancaman hukumanya diperberat di Pasal 82 ayat 2, ancaman hukumanya diperberat sepertiganya," ujar Bowo.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.