Soal Babi Mati, Gubernur Sumut Tak Ingin Ulang Pengalaman China Tangani ASF

Kompas.com - 07/01/2020, 12:43 WIB
Seorang petugas menyemprotkan desinfektan ke kandang ternak babi di Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai, beberapa waktu lalu. Tercatat hingga 22 November 2019, sebanyak 10.298 ekor babi mati di 16 kabupaten di Sumut. Bertambah dari sebelumnya, pada 5 November 2019 yang lalu, sebanyak 5.800 ekor babi mati di 11 kabupaten. KOMPAS.COM/DEWANTOROSeorang petugas menyemprotkan desinfektan ke kandang ternak babi di Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai, beberapa waktu lalu. Tercatat hingga 22 November 2019, sebanyak 10.298 ekor babi mati di 16 kabupaten di Sumut. Bertambah dari sebelumnya, pada 5 November 2019 yang lalu, sebanyak 5.800 ekor babi mati di 11 kabupaten.

MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi tidak ingin mengulang pengalaman China mengatasi penyebaran virus african swine fever ( ASF) atau demam babi afrika di wilayahnya.

Menurut dia, di China, pemerintahnya memusnahkan semua babi di wilayah yang terindikasi kena ASF.

Lalu selama 20 tahun wilayah itu tidak diperkenankan memelihara babi, hingga dinyatakan steril.

Saat ini, Edy masih belum bisamemutuskan apakah akan melakukan pemusnahan semua populasi babi di 18 wilayah terjangkit, atau tidak.

Baca juga: Babi di Sumut Mati karena Virus ASF, Edy Rahmayadi Merasa Dilema Lakukan Pemusnahan

"Ada dilema di situ. Kalau saya iyakan (pemusnahan) untuk persoalan menjadikan bencana, berarti semua babi harus dimusnahkan," katanya kepada wartawan usai sholat Ashar di Masjid Agung, Medan, Senin (6/1/2020).

Ia juga megaku tidak bisa membayangkan jika peternak babi di 18 wilayahnya dilarang memelihara babi selama 20 tahun ke depan.

"Mampukah itu. Saya masih mencari peluang yang lain," katanya.

Dikatakannya, rakyat di Sumut berbeda dengan rakyat di luar. Apalagi, lanjut dia, Natal kemarin (peternak) mau tahun baru memelihara babi untuk keluarganya, untuk anak sekolahnya dan segala macam.

"Bayangin kalau ini dimusnahkan dengan harga yang diatur oleh kita, ini kan perlu kita pikirkan. Paham ini ya. Kasih kesempatan Gubernur untuk berpikir," katanya.

Baca juga: Jumlah Babi Mati di Sumut Meluas ke 18 Kabupaten, Penanganan Tunggu Arahan Gubernur

42.000 babi mati di 18 kabupaten/kota

"Memang terjangkit ASF dan selayaknya itu dimusnahkan. Sekarang sudah 42 ribu sekian (jumlah babi mati). Saya lihat satu bulan ini," kata Edy.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
Paguyuban Hegarmanah Bandung Serahkan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Paguyuban Hegarmanah Bandung Serahkan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Regional
Pandemi Corona, Uang Sewa 4 Rusunawa di Jatim Dibebaskan Selama 3 Bulan

Pandemi Corona, Uang Sewa 4 Rusunawa di Jatim Dibebaskan Selama 3 Bulan

Regional
Takut Virus Corona Masuk Lapas, 10 Napi dan Tahanan Buat Gaduh Minta Dibebaskan

Takut Virus Corona Masuk Lapas, 10 Napi dan Tahanan Buat Gaduh Minta Dibebaskan

Regional
Pemkab Semarang Persiapkan Ruang Isolasi untuk Pemudik

Pemkab Semarang Persiapkan Ruang Isolasi untuk Pemudik

Regional
Syekh Puji Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Mengaku Dimintai Uang Rp 35 M

Syekh Puji Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Mengaku Dimintai Uang Rp 35 M

Regional
Jumlah ODP 2.000 Orang, Sumedang Kekurangan APD

Jumlah ODP 2.000 Orang, Sumedang Kekurangan APD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X