Cerita Guru Honorer 4 Tahun Mengabdi dan Rela Bergaji Rp 200.000 Per Bulan

Kompas.com - 07/01/2020, 08:32 WIB
Foto : Masmur Harahap, guru honorer di sekolah Masdrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Desa Darat Pante, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (6/1/2019). KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Masmur Harahap, guru honorer di sekolah Masdrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Desa Darat Pante, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (6/1/2019).

MAUMERE, KOMPAS.com - Guru- guru honorer sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Desa Darat Pante, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT rela bergaji Rp 200.000 per bulan demi mencerdaskan anak bangsa. 

Masmur Harahap, guru honorer di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri mengungkapkan, ia ketiga temannya bergaji Rp 200.000. Mereka menerima upah sekecil itu sejak 4 tahun silam.

"Kami 4 orang di sini semuanya honor. Gaji per bulan Rp 200.000. Kami sudah mengabdi 4 tahun," kata Harahap, kepada Kompas.com, di sekolah, Senin (6/1/2019).

Baca juga: Perjuangan Guru Honorer di Gunungkidul, Mulai dari Gaji Kecil hingga Diganggu Monyet 

Harahap mengaku, gaji Rp 200.000 itu sebenarnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tetapi, itu bukan jadi halangan untuk mengabdi. 

Masa depan anak-anaklah yang menjadi alasan utama tetap setia mengabdi meski dengan gaji kecil.

"Kami pikir masa depan anak-anak. Kasian kalau mereka tidak mengenyam pendidikan," ungkap Harahap. 

Harahap menuturkan, dirinya iklas mengabdi dengan gaji kecil sebagai tanda kepedulian terhadap sesama khusus anak-anak. Anak-anak adalah aset besar bangsa Indonesia. 

Masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak.

"Apalah gunanya kita sekolah tinggi-tinggi kalau ilmu tidak mau dibagikan kepada orang lain. Bagi kami hidup bermakna apabila berbagi dengan yang lain," tutur Harahap.

Baca juga: Mengabdi 15 Tahun dan Tak Mungkin Jadi PNS, Guru Honorer Dapat Hadiah Motor dari Ganjar

Untuk diketahui, jarak dari Kota Maumere ke sekolah Masdrasah Ibtidaiyah Negeri itu lebih dari 20 kilometer. 

Kondisi jalan sangat amat buruk. Lubang menganga hampir sepanjang jalan.

Belum lagi beberapa sungai kecil yang belum dibangun deker. 

Pengendara yang melintasi jalan mesti ekstra hati-hati. Sebab, bisa membahayakan keselamatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X