Sepekan Tak Melaut, Nelayan Tambaklorok Semarang Bergantung ke Rentenir

Kompas.com - 06/01/2020, 23:25 WIB
Larung sesaji dalam sedekah laut nelayan Tambaklorok, Semarang, Minggu (20/8/2017). Larung sesaji dalam sedekah laut nelayan Tambaklorok, Semarang, Minggu (20/8/2017).

KOMPAS.com - Sudah sepekan terakhir ini, ratusan nelayan di Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, tak bisa melaut.

Cuaca ekstrem di perairan utara Laut Jawa jadi penyebabnya.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Jangkar Tambaklorok, Abdul Hasan menuturkan, setidaknya ada 800 nelayan tidak berlayar selama enam hari terakhir ini.

"Sejak awal tahun, cuaca ekstrem di Laut Jawa. Di sini (Semarang) saja, hujan terus. Kami terpaksa mangkir atau berhenti sementara waktu sampai cuaca kondusif," kata Abdul saat ditemui Tribunjateng.com di Tambaklorok, Senin (6/1/2020).

Baca juga: Ini Alasan Fadli Zon Blusukan ke Tambaklorok setelah Kedatangan Jokowi

Selama tak berlayar, para nelayan memenuhi kebutuhan dari sisa tabungan yang tersimpan di bank.

Namun, tak sedikit nelayan membiayai kebutuhan hidup keluarganya dengan meminjam ke bank plecit atau rentenir.

"Kalau tidak ada ya, menggantungkan bank plecit. Kondisi awal tahun ini memang agak sulit. Padahal, 2018 dan 2019 lalu lumayan ramai. Cuaca tidak seburuk ini," jelasnya.

Awal tahun lalu, Abdul bisa memperoleh hingga Rp 1 juta setiap berlayar. Dia pun menyisikan pendapatannya untuk ditabung.

Menurut dia, hal itu dipersiapkan agar saat krisis cuaca, dirinya bersama keluarga bisa menyambung hidup.

"Kadang dapat segitu, kadang tidak dapat sama sekali. Awal tahun lalu, dapat lima kuintal, tapi harganya murah-murah. Macam ikan teri, seriding, dan sejenisnya," keluhnya.

Nelayan lainnya, Budiono (37) ikut juga merasakan hal serupa.

Biasanya, Budiono dan nelayan lainnya berangkat berlayar setiap pukul 05.00.

Namun, kondisi saat ini tidak dapat diprediksi, sehingga mengkhawatirkan jika memaksa melaut.

"Saya kalau melaut pukul 5.00 dan pulang pukul 15.00. Ada juga yang melaut pukul 23.00. Itu pun kalau cuacanya sudah enak, kami berangkat lagi. Tapi untuk sekarang ini, harus off dahulu," sebutnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Regional
Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Regional
Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Regional
Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Regional
Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Regional
Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Regional
Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Regional
Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X