Polisi Tak Lanjutkan Kasus Ibu Penampar Siswi SD di Makassar, Ini Alasannya

Kompas.com - 06/01/2020, 18:04 WIB
Kapolsek Biringkanaya Kompol Wayan Wayracana Aryawan (tengah) bersama tim P2TP2A Kota Makassar dan M, ibu penampar siswi SD saat konferensi pers di kantor Polsek Biringkanaya, Senin (6/1/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANKapolsek Biringkanaya Kompol Wayan Wayracana Aryawan (tengah) bersama tim P2TP2A Kota Makassar dan M, ibu penampar siswi SD saat konferensi pers di kantor Polsek Biringkanaya, Senin (6/1/2019).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kasus penganiayaan terhadap anak yang dilakukan M (41) terhadap DA (8), siswi SD Sipala 2 Makassar bakal diselesaikan tanpa melalui proses peradilan.

Itu setelah pihak keluarga korban dan terlapor memilih berdamai. 

Kapolsek Biringkanaya Kompol Wayan Wayracana Aryawan mengatakan, kesepakatan damai telah dilakukan kedua belah pihak sebelum polisi secara resmi mengumumkannya di Mapolsek Biringkanaya, Senin (6/1/2020) sore. 

Baca juga: Orangtua Siswi SD di Makassar yang Ditampar Cabut Laporan dan Berdamai

Dengan kesepakatan damai ini, keluarga DA pun sepakat mencabut laporannya di penyidik Polsek Biringkanaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebelum kita selesaikan di polsek, sudah ada pertemuan kedua belah pihak karena oleh Ketua RW dan RT setempat dan mereka memang keluarga. Tidak ada paksaan untuk melakukan perdamaian," kata Wayan saat konferensi pers yang juga dihadiri oleh M itu. 

Selain karena masih memiliki hubungan kekeluargaan, Wayan juga mengungkapkan bahwa ada beberapa pertimbangan lainnya sehingga keluarga DA memilih berdamai dengan M.

Baca juga: Trauma, Siswi SD yang Ditampar Ibu Temannya Jalani Pemulihan Kejiwaan

 

Salah satunya ialah alasan kemanusiaan di mana M memiliki 9 anak yang sebagian masih berada di bawah umur.

"Untuk alasan lainnya dari pihak terlapor memiliki 9 anak itu pertimbangannya dan alasan kemanusiaan juga. Itu alasannya," tambah Wayan. 

Sebelumnya diberitakan, pihak keluarga DA (8), siswi kelas 2 SD yang ditampar oleh ibu rekannya akhirnya mencabut laporannya di kepolisian dan memilih berdamai dengan M (41), pelaku penamparan yang sebelumnya ditetapkan tersangka oleh penyidik Polsek Biringkanaya Makassar. 

Kasus penganiayaan itu sendiri bermula setelah video seorang ibu-ibu memukul dan menampar seorang siswi SD di dalam kelas beredar dan viral di media sosial. 

Video berdurasi 30 detik ini memperlihatkan seorang ibu menampar seorang siswi SD yang telah terduduk di kursi sambil menangis.

Tampak pula seorang wanita lain yang menegur ibu tersebut yang juga berada di dalam kelas.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.