Selatan Garut Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, Bupati: Belum Ada Laporan Kerusakan

Kompas.com - 06/01/2020, 10:17 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan didampingi Kepala BPBD Garut Firman Karyadin saat diwawancara soal gempa Garut magnitudo 5,1, Senin (06/01/2020) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGBupati Garut Rudy Gunawan didampingi Kepala BPBD Garut Firman Karyadin saat diwawancara soal gempa Garut magnitudo 5,1, Senin (06/01/2020)

GARUT, KOMPAS.com - Wilayah selatan Kabupaten Garut, yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, Senin (6/01/2020) pukul 06.12 WIB diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 5,1.

Gempa berpusat di 120 kilometer barat daya Garut di kedalaman 10 kilometer dengan titik koordinat 8,15 lintang selatan dan 107,34 bujur timur.

Bupati Garut Rudy Gunawan menuturkan, gempa sangat dirasakan oleh warga yang ada di pesisir pantai selatan Garut. Karena, pusat gempa memang berada di pantai selatan Garut.

Meski demikian, menurut Rudy pemerintah daerah belum menerima adanya kerusakan akibat gempa tersebut.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Garut, Tak Berpotensi Tsunami

"Belum ada laporan (kerusakan) sampai saat ini akibat gempa tadi," jelasnya saat ditemui usai memimpin apel pagi di lapangan Sekretariat Daerah, Senin (6/01/2020).

Rudy menegaskan, pemerintah daerah telah memiliki Standa Operasional Prosedur (SOP) untuk penanggulangan bencana, termasuk gempa bumi, termasuk di wilayah Selatan Garut yang memang cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.

"Kalaupun ada kerusakan akibat bencana alam yang sangat besar, kita sudah siap siaga,"  tegasnya.

Baca juga: Pagi Ini, Warga Sukabumi Dikejutkan dengan Gempa Garut Magnitudo 5,1

Hanya dirasakan warga selatan garut

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Tubagus Agus sofyan mengaku belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa yang masuk ke BPBD.

"Kita masih terus pantau laporan dari daerah, sampai saat ini memang belum ada laporan (kerusakan) yang masuk," katanya.

Tubagus menuturkan, laporan yang masuk ke BPBD hanya menyatakan merasakan gempa yang cukup terasa selama beberapa detik. Namun, kerusakan tidak ada.

"Kebanyakan laporan dari daerah selatan Garut, masyarakat memang merasakan gempa selama beberapa detik," jelasnya.

Sementara, warga di kawasan Garut Kota dan Utara, tidak merasakan gempa tersebut. 

Baca juga: Isi e-Rapor Saat Sakit, Guru SMP Garut Meninggal di Sekolah

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Regional
Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Regional
Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Regional
Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X