Pagi Ini, Warga Sukabumi Dikejutkan dengan Gempa Garut Magnitudo 5,1

Kompas.com - 06/01/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi gempa ShutterstockIlustrasi gempa

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Sukabumi, Jawa Barat, dikagetkan dengan getaran gempa magnitudo 5,1 yang berpusat di Garut, Jawa Barat, Senin (6/1/2020) sekitar pukul 06.12 WIB.

Bahkan ada di antaranya yang sempat keluar rumah karena merasakan getaran gempa yang cukup kuat. Belum ada laporan kerusakan bangunan dampak gempa Garut ini.

"Saya sedang duduk di ruang tamu sambil membuka laptop, tiba-tiba gelas bergetar. Saya langsung keluar, tapi hanya sebentar," ungkap warga di Kecamatan Sukabumi, Atep Maulana kepada Kompas.com dalam pesan WhatsApp, Senin.

Baca juga: Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Warga lainnya yang bertempat tinggal di wilayah Sukabumi Selatan, Nasrudin (50) juga mengakui merasakan getaran gempa. Namun terasanya kecil dan sebentar sehingga tidak sempat keluar.

"Terasa kecil Pak, dan sebentar," kata Nasrudin, warga Desa Cimahpar, Kecamatan Kalibunder, saat dikonfirmasi Kompas.com.

Baca juga: Sepanjang 2019, NTT Diguncang Gempa 1.585 Kali

Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa magnitudo 5,1 pada 6 Januari 2020 pukul 06:12:23 WIB dengan pusat gempa berlokasi 8.15 Lintang Selatan , 107.34 Bujur Timur atau  120 km Barat Daya Kabupaten Garut kedalaman 10 kilometer.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Regional
Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Regional
Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Regional
Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Regional
Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Regional
Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Regional
Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Regional
Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Regional
Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X