Fakta Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Hujan Abu Tipis di Boyolali hingga Status Waspada

Kompas.com - 05/01/2020, 10:52 WIB
Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan mengenakan masker di SD Negeri Banyudono, Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (23/5/2018). Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada Rabu pukul 03.31 berdurasi empat menit dengan ketinggian 2.000 meter yang mengakibatkan hujan abu di sejumlah wilayah bagian barat Gunung Merapi. Warga yang terdampak abu vulkanis dihimbau beraktivitas dengan menggunakan masker. ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDINSiswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan mengenakan masker di SD Negeri Banyudono, Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (23/5/2018). Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada Rabu pukul 03.31 berdurasi empat menit dengan ketinggian 2.000 meter yang mengakibatkan hujan abu di sejumlah wilayah bagian barat Gunung Merapi. Warga yang terdampak abu vulkanis dihimbau beraktivitas dengan menggunakan masker.

" Awan panas ini dilaporkan menimbulkan hujan abu tipis di sekitar Cepogo, Boyolali. Masyarakat dihimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik".

Sementara itu, Bambang membenarkan informasi dari BPPTKG tersebut.

Dirinya juga telah mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi hujan abu tersebut.

"Situasi masyarakat aman terkendali," katanya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/1/2020).

Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Hujan Abu Tipis di Cepogo Boyolali

3. Bantuan masker untuk warga

Selain mengimbau, BPBD Boyolaku terus berkoordinasi baik dengan Kecamatan Selo, Cepogo maupun Tamansari untuk memberikan bantuan masker kepada warga yang terdampak hujan abu.

"Selain koordinasi kita droping masker ke masyarakat," terangnya.

Seperti diketahui, Gunung Merapi yang terletak di perbatasan DIY-Jawa Tengah, mengeluarkan guguran awan panas pada Sabtu malam.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Pak Prabowo, Kami Dambakan Kegarangan Bapak soal Natuna

4. Status Merapi di level II atau waspada

Lokasi Gunung Merapi pada Minggu, (17/11/2019) pukul 11.10 WIB, debu vulkanik terdeteksi bergerak ke arah Barat Daya.BMKG Lokasi Gunung Merapi pada Minggu, (17/11/2019) pukul 11.10 WIB, debu vulkanik terdeteksi bergerak ke arah Barat Daya.

Seperti diketahui, sampai dengan saat ini BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada.

Informasi tersebut dikeluarkan pascaguguran awan panas yang terjadi pada pukul 20.36 WIB, Sabtu (4/1/2020).

Baca juga: Tambang Pasir Ilegal di Lereng Gunung Merapi, Mantan Kades Ditangkap

(Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma, Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor: Khairina, Aprillia Ika)

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Regional
Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Regional
Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Regional
4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Regional
Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Regional
Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Regional
Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Regional
Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Regional
Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

Regional
Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X