Kompas.com - 03/01/2020, 21:19 WIB
Pecinta hewan melata dan anggota Damkar Sumedang, Jawa Barat evakuasi ular king kobra 2, 5 meter yang bikin heboh warga Cisitu, Kamis (2/1/2020) siang. DOK. Damkar Sumedang KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHPecinta hewan melata dan anggota Damkar Sumedang, Jawa Barat evakuasi ular king kobra 2, 5 meter yang bikin heboh warga Cisitu, Kamis (2/1/2020) siang. DOK. Damkar Sumedang

 

SUMEDANG, KOMPAS.com - Seekor ular king kobra kembali menghebohkan warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (2/1/2020) siang.

Ular jenis king kobra berukuran 2, 5 meter tersebut kali pertama diketahui oleh salah seorang petani di wilayah Dusun Bakom RT 02/09, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Kamis siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Kepala Satpol PP, Damkar, dan Limnas Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengatakan, setelah menerima laporan dari warga, satu tim khusus dari Damkar Sumedang diturunkan ke lokasi untuk mengevakuasi ular tersebut.

Baca juga: Komentar Warga Cadas Pangeran soal 2 King Kobra Jatuh dari Pohon

Ular king kobra ini, kata Bambang, ditemukan warga sekitar di selokan kecil di Dusun Bakom.

"Saat hendak membetulkan saluran air di wilayah perkampungan itu, petani penemu pertamanya kabur, karena takut lihat ular sebesar itu. Kejadian ini pun membuat heboh warga sekampung," ujar Bambang kepada KOMPAS.com melalui sambungan telepon, Kamis petang.

Bambang menuturkan, karena di wilayah kampung tersebut tidak ada pawang ular, pihak desa kemudian melaporkan penemuan ular berbisa ini kepada Damkar Sumedang.

"Kami terjunkan satu tim untuk evakuasi. Karena harus ekstra hati-hati dan agar ular tersebut tidak sampai kabur, maka proses evakuasinya juga memakan waktu cukup lama. Butuh waktu 2 jam ular itu baru bisa dievakuasi," tutur Bambang.

Baca juga: Viral, Ular King Kobra Jatuh dari Pohon di Jalan Cadas Pangeran Sumedang

Bambang menyebutkan, saat evakuasi ular berbahaya ini, Damkar Sumedang dibantu pecinta hewan melata asal Sumedang.

Setelah ular kobra tertangkap, kata Bambang, pihak Damkar Sumedang menyerahkannya kepada para pecinta hewan melata tersebut untuk dipelihara.

"Hewannya langsung kami serahkan ke anak-anak pecinta hewan melata Sumedang. Supaya diurus dan tidak membahayakan warga," sebut Bambang.

Bambang menambahkan, sebelum dan saat evakuasi tidak ada korban yang terkena gigitan ular king kobra tersebut.

"Ularnya besar, 2,5 meter panjangnya. Wajar kalau warga sekitar ketakutan. Karena menurut informasi yang kami terima ini juga pertama kali terjadi ada ular masuk perkampungan warga di sana. Alhamdulillah, tidak ada warga yang kena gigit," kata Bambang. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.