5 Kasus Ibu Aniaya Anak Berujung Kematian: Beri Racun Babi hingga Dendam Sering Disiksa Suami

Kompas.com - 03/01/2020, 18:22 WIB
Ilustrasi penganiayaan bayi Kompas.com/ERICSSENIlustrasi penganiayaan bayi

 


KOMPAS.com- Seorang ibu di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Adriana Lulu Djami alias Ina (33) tega menganiaya putrinya yang masih berusia dua tahun, DQ hingga berujung kematian, Selasa (31/12/2019).

Ina membentur-benturkan kepala DQ lantaran balita tersebut kencing di kasur.

Psikolog Hening Widyastuti mengatakan, faktor utama yang membuat orangtua kehilangan akal hingga mampu menyakiti anak adalah lantaran ada permasalahan dalam dirinya, baik secara eksternal maupun internal.

Masalah internal yakni kemelut dalam benak dan diri seseorang yang tercipta akibat sejumlah faktor.

Baca juga: Hamil di Luar Nikah, Perempuan Ini Aniaya Bayi yang Baru Dilahirkannya

Sedangkan masalah eksternal mencakup masalah dari luar diri. Misalnya persoalan ekonomi, lingkungan dan sebagainya.

"Biasanya itu banyak terjadi di ekonomi lemah, di tempat-tempat kumuh. Memang secara lingkungan kan berbeda etika, tatanan," kata Hening.

Orangtua yang sampai hati melakukan tindak agresif pada anaknya, lanjut Hening, adalah orang yang tidak mampu mengelola emosi dan menyelesaikan masalahnya.

Berikut kasus-kasus penganiayaan anak di sejumlah daerah di Indonesia yang dirangkum oleh Kompas.com:

Baca juga: Ayah Tiri yang Tega Aniaya Anak 2 Tahun hingga Tewas Seorang Residivis

1. Kasus terkuak setelah makam anak dibongkar

Ilustrasi makam.Shutterstock Ilustrasi makam.

Polres Boyolali menangkap SW, ibu kandung bocah laki-laki bernama F (6), Selasa (16/7/2019).

Penangkapan SW bermula dari dibongkarnya makam F. Pembongkaran makam dilakukan karena F dinilai meninggal secara tidak wajar.

Saat ditangkap, SW mengaku menganiaya anaknya. Penganiayaan tersebut dilakukan selama empat hari berturut-turut di rumahnya hingga F meninggal dunia.

SW menganiaya dengan mencubit, memukul perut, mencakar dan membenturkan kepala F ke lemari. Alasannya, SW jengkel karena putranya tersebut sering rewel.

Setelah dianiaya, F sempat makan bubur dan tidur. Namun saat dibangunkan, F sudah tak bernapas.

Tetangga yang berdatangan curiga lantaran mendapati sejumlah luka lebam kebiruan di badan F.

Baca juga: Aniaya Anak Kandung, Seorang Ayah Diamankan Polisi

2. Habisi anak karena dendam sering dianiaya suami

Ilustrasi pembunuhan, kriminal, sadismeShutterstock Ilustrasi pembunuhan, kriminal, sadisme

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X