Emil Dardak Temui Bupati Gresik, Bahas Kali Lamong yang Meluap

Kompas.com - 03/01/2020, 16:25 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak (tengah) didampingi Bupati Gresik Sambari Halim Radianto (kiri) dan Wakil Bupati Mochammad Qosim (kanan), memberikan keterangan kepada awak media, usai menggelar pertemuan tertutup mengenai penanganan Kali Lamong, Jumat (03/01/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHWakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak (tengah) didampingi Bupati Gresik Sambari Halim Radianto (kiri) dan Wakil Bupati Mochammad Qosim (kanan), memberikan keterangan kepada awak media, usai menggelar pertemuan tertutup mengenai penanganan Kali Lamong, Jumat (03/01/2020).

GRESIK, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak menemui Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama staf jajarannya, dalam rangka membahas penanganan Kali Lamong di kompleks gedung Bupati Gresik, Jalan Dr Wahidin Soedirohusodo, Gresik, Jumat (3/1/2020).

Dalam pertemuan yang bersifat tertutup bagi awak media dan berlangsung sekitar satu jam tersebut, Emil ingin merangkul elemen pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Gresik, untuk membahas secara bersama-sama terkait penanganan Kali Lamong.

"Alhamdulillah hari ini kita bisa duduk bersama, dengan pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo juga untuk menyamakan rencana menyambut Perpres (Peraturan Presiden) nomor 80," ujar Emil kepada awak media, selepas pertemuan, Jumat (3/1/2020).

"Seperti apa, Pak Bupati tadi sudah komprehensif sekali memaparkan isu-isu di lapangan. Kita mengapresiasi upayanya sampai hari ini untuk meminimalisir dampak banjir," lanjutnya.

Baca juga: Banjir Akibat Luapan Kali Lamong Gresik Meluas, Kini Melanda Kecamatan Cerme

Hanya saja, belum banyak yang dapat dipaparkan Emil kepada awak media terkait penanganan Kali Lamong secara kongkret.

Ia mengatakan, pertemuan susulan bakal kembali diagendakan satu minggu ke depan untuk dapat menentukan langkah yang bakal diambil.

"Tapi kan kedepannya Pak Bupati juga ingin disupport. Nah di sini tadi BBWS Bengawan Solo hadir memaparkan, ternyata ada pertanyaan yang cukup baik yang disampaikan oleh Pak Bupati yang kemudian dalam satu minggu kita semua sama-sama duduk bareng lagi untuk kemudian clear," kata Emil.

Ia meminta kepada semua pihak, termasuk awak media, untuk sabar menunggu solusi yang bakal dilakukan untuk penanganan Kali Lamong hingga mereka kembali bertemu dan duduk bersama untuk membahas masalah ini minggu depan.

"Sebenarnya solusinya apa? Kalau ini pelebaran atau normalisasi, apakah itu akan cukup? apakah sudah mempertimbangkan permukaan laut? Tadi kemudian juga dengar-dengar dari wilayah Lamongan, Mojokerto sampai ke Gresik, bahkan isu sedimentasi di Surabaya akan diperhitungkan," tutur dia.

Baca juga: Hujan Deras dan Kali Lamong Meluap, Banjir Melanda Gresik

Kali Lamong meluap

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya melakukan revitalisasi di sekitar kawasan Sungai Kali Lamong, guna mengantisipasi genangan di wilayah Surabaya Barat. Beberapa kawasan yang rawan terjadi genangan saat musim hujan, akibat luapan Sungai Kali Lamong di antaranya, wilayah Benowo, Raci, Sumberejo, dan Jurang Kuping.Dok. Pemkot Surabaya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya melakukan revitalisasi di sekitar kawasan Sungai Kali Lamong, guna mengantisipasi genangan di wilayah Surabaya Barat. Beberapa kawasan yang rawan terjadi genangan saat musim hujan, akibat luapan Sungai Kali Lamong di antaranya, wilayah Benowo, Raci, Sumberejo, dan Jurang Kuping.
Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengeluarkan Perpres nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Gerbangkertosusila, BTS, Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Ini merupakan usulan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Presiden Jokowi, saat rapat terbatas di Istana Bogor beberapa waktu lalu.

Sementara Kali Lamong juga baru saja meluap pada pergantian tahun ini, yang mengakibatkan tiga kecamatan di Gresik (Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme) terendam banjir.

Akibatnya, sebanyak 1.068 rumah warga terdampak, berikut beberapa fasilitas umum, akses jalan, serta ratusan hektar area persawahan tergenang air. Kendati saat ini, banjir sudah mulai berangsur surut.

Baca juga: Surabaya Barat Rawan Genangan, Kawasan Kali Lamong Direvitalisasi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X