Banjir Bandang di Labura, Jasad Dua Anggota Keluarga yang Sebelumnya Hilang Sudah Ditemukan

Kompas.com - 02/01/2020, 09:25 WIB
Sejumlah warga, petugas BPBD, personel TNI-Polri berada di lokasi yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Dusun Siria-ria A dan B, Desa Pematang dan Desa Hatapang, Kecamatan NA IX-IX, Labuhan Batu Utara, Minggu (29/12/2019) dini hari. Hingga siang tadi, tercatat 5 orang dalam satu keluarga belum ditemukan dan 9 rumah hanyut. Dok. BPBDSejumlah warga, petugas BPBD, personel TNI-Polri berada di lokasi yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Dusun Siria-ria A dan B, Desa Pematang dan Desa Hatapang, Kecamatan NA IX-IX, Labuhan Batu Utara, Minggu (29/12/2019) dini hari. Hingga siang tadi, tercatat 5 orang dalam satu keluarga belum ditemukan dan 9 rumah hanyut.

MEDAN, KOMPAS.com - Jasad dua dari lima korban banjir bandang di Labuhan Batu Utara ditemukan setelah lima hari pencarian pada Rabu (1/2/2019) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Keduanya adalah ibu dan anak yang sebelumnya hanyut bersama rumah mereka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Riadhil Akhir Lubis mengatakan, keduanya diketahui atas nama Cahaya Nasution (27) dan Irul Sipahutar (7).

"Keduanya ditemukan sekitar 30 km dari TKP atau di Desa Tanjung Selamat Kabupaten Labuhan Batu pada pukul 14.00 WIB. Kedua korban sudah dibawa ke RSUD Rantau Prapat," katanya, Kamis (2/1/2020).

Dijelaskannya, pencarian korban banjir bandang ini akan terus dilanjutkan hingga hari ke-7. Jika diperlukan oleh SAR, maka pencariannya dapat diperpanjang.

Baca juga: Pasca-banjir Bandang di Labuhan Batu Utara, Akses ke Desa Kembali Normal, 1 Keluarga Masih Hilang

Menurutnya, setelah kejadian bencana banjir bandang pada, Sabtu (28/12/2019) pukul 23.30 WIB, tim terpadu yakni Pemkab Labura dan BPBD telah melakukan evakuasi dan pembersihan lokasi di Desa Pematang dibantu TNI-Polri.

Tim terpadu itu juga membuat jembatan darurat untuk akses masyarakat dan kendaraan roda 2 ke Desa Pematang sementara akses ke Desa Hatapang masih harus dilalui dengan jalan kaki.

"Bupati Labura sendiri telah menetapkan status darurat terhitung sejak tanggal 30 Desember sampai 7 hari ke depan," terangnya.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada 4 alat berat yang dikerahkan di lokasi Desa Pematang dan Desa Hatapang. Adapun kerusakan keseluruhan akibat banjir bandang ini yaitu, 36 rumah hanyut/rusak berat.

Kemudian, 2 unit jembatan besar dan 4 titi di dusun, sawah 15 Ha tertimbun lumpur, batu, dan batang kayu, serta 4 titik daerah irigasi rusak. Posko, pos Kesehatan, dan dapur umum juga telah didirikan sejak 29 Desember 2019.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.