Hanya karena Utang Handphone Rp 1 Juta, Jadi Penyebab Ditembaknya Pedagang Kopi di Tol Cipularang

Kompas.com - 01/01/2020, 08:22 WIB
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki tengah memegang barang bukti senjata air gun yang digunakan pelaku untuk menembak pedagang kopi asongan, Selasa (31/12/2019). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki tengah memegang barang bukti senjata air gun yang digunakan pelaku untuk menembak pedagang kopi asongan, Selasa (31/12/2019).

KOMPAS.com - Seorang pedagang kopi asongan bernama Agus Sumpena (50), ditembak di Gerbang Tol (GT) Cipularang, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamparah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (20/12/2019) sekitar pukul 04.00 WIB lalu.

Akibatnya, Agus mengalami luka di lengan kanan sebelah kiri, pipi dan bagian dahi, setelah ditembak oleh pelaku dengan meggunakan airsoft gun.

Setelah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari beberapa saksi, polisi akhirnya berhasil menangkap empat pelaku yang menembak Agus.

Keempatnya pelaku, Awan Kurniawan Alias Awan, Peri Sopyan Alias Pepey, Beni Kurniawan alias Benrung, dan Suryana alias Surya, mereka ditangkap polisi di dua lokasi berbeda, yakni Bandung dan Ciamis.

Satu dari empat pelaku terpaksa diberi tindakan tegas karena melakukan perlawanan dan membahayakan petugas.

Selain berhasil menangkap empat pelaku, polisi juga mengungkap motif penembakan tersebut, penembakan itu sendiri dilatarbelakangi masalah utang piutang dan dendam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ini fakta baru selengkapnya:

1. Ditangkap di dua lokasi berbeda

Ilustrasi ditangkapKOMPAS.com/ Junaedi Ilustrasi ditangkap

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, empat pelaku penembak pedagang kopi asongan di gerbang Tol Cipularang ditangkap di dua lokasi berbeda.

"Tiga pelaku ditangkap di Bandung, satu pelaku ditangkap di Ciamis," katanya saat rilis pengungkapan di Mapolres Cimahi, Selasa (31/12/2019).

Keempat pelaku ini terdiri dari tiga eksekutor, dan seorang sopir. Sementara satu pelaku lainnya, yakni Parman, masuk ke daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga: 4 Pelaku Penembak Pedagang Kopi di Tol Padalarang Ditangkap di 2 Lokasi Berbeda

 

2. Satu pelaku ditindak tegas

Polisi tampak mengawal para pelaku penembakan terhadap pedagang kopi asongan. Terlihat salah satu pelaku menggunakan roda lantaran luka tembak di kakinya.KOMPAS.COM/AGIE PERMADI Polisi tampak mengawal para pelaku penembakan terhadap pedagang kopi asongan. Terlihat salah satu pelaku menggunakan roda lantaran luka tembak di kakinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.