Kapal Ikan Asing Merajalela di Perairan Natuna, Bupati Harap Nelayan Lebih Waspada

Kompas.com - 31/12/2019, 16:37 WIB
Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai memusnahkan 2 buah barang bukti berupa KIA Vietnam pelaku illegal fishing di Perairan Pulau Tiga Natuna, Kepulauan Riau dengan cara ditenggelamkan, Minggu (3/3/2019) sore. DOK TNI ALPangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai memusnahkan 2 buah barang bukti berupa KIA Vietnam pelaku illegal fishing di Perairan Pulau Tiga Natuna, Kepulauan Riau dengan cara ditenggelamkan, Minggu (3/3/2019) sore.

NATUNA, KOMPAS.com – ­­­­­­­­­­­­­­Kapal Ikan Asing (KIA) saat ini mulai merajalela mencari ikan di Perairan Natuna, tepatnya sebelah Timur dan Utara Pulau Laut yang merupakan pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Maraknya KIA tersebut mengundang komentar banyak pihak, salah satunya Bupati Natuna, Hamid.

Kepada Kompas.com, Bupati Natuna Hamid mengatakan dirinya sudah mendapatkan laporan mulai maraknya KIA mencari ikan di wilayah Natuna dari sejumlah nelayan Natuna.

Bahkan saat ini hal tersebut sudah ia laporkan ke Pemerintah Pusat dan berkoordinasi dengan TNI AL serta Bakamla.

Baca juga: Sejak Tak Ada Susi, Kapal Ikan Asing Merajalela Masuk Perairan Natuna, Nelayan Terancam

KIA menerobos masuk saat penjagaan lengah

“Saat ini sejumlah KRI sudah banyak yang berjaga, namun KIA tersebut tetap saja masuk saat KRI tidak ada atau melakukan pengisian bahan bakar dan persediaan makanan di pos pangkalan yang ada di Natuna,” kata Hamid melalui telepon, Selasa (31/12/2019).

Hamid mengaku dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh nelayan Natuna untuk berhati-hati apabila bertemu dengan nelayan asing, seperti nelayan Vietnam, Thailand hingga China.

Dia mengimbau kepada para nelayan, sebisa mungkin untuk menjaga keselematan diri dengan menghindar apabila bertemu dengan KIA.

“Sudah saya sarankan untuk menghindar apabila bertemu dan secepat mungkin untuk melakukan koordinasi dengan KRI yang ada disekitar perbatasan,” ungkapnya.

Baca juga: Bakamla RI Benarkan Kapal Asing Masuk Perairan Natuna

Nelayan Natuna diminta menyingkir saat bertemu KIA

Hamid mengaku saat ini nelayan Natuna masih terbatas alat navigasi, salah satunya radio. Meski sebagian kelompok nelayan ada yang sudah memiliki radio, namun jangkauan radio yang dimiliki masih tidak terlalu jauh.

 Sehingga susah untuk melakukan koordinasi apabila mereka berpapasan dengan KIA.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X