7 Polisi Babel Dipecat karena Kasus Narkoba dan Perselingkuhan

Kompas.com - 31/12/2019, 10:45 WIB
Jumpa pers Polda Kepulauan Bangka Belitung, Senin (30/12/2019). KOMPAS.com/HERU DAHNURJumpa pers Polda Kepulauan Bangka Belitung, Senin (30/12/2019).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh anggota polisi di lingkungan Polda Kepulauan Bangka Belitung terkena Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sepanjang 2019.

Pemberhentian itu dilakukan dengan latarbelakang berbagai kasus hukum.

"Umumnya karena narkoba, kemudian ada desersi dan perselingkuhan," kata Kepala Polda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Anang Syarif Hidayat saat jumpa pers akhir tahun, Senin (30/12/2019).

Anang menuturkan, tindakan pemberhentian tidak bisa menjadi jaminan bahwa kasus serupa tidak akan terulang lagi.

Baca juga: 2 Polisi Dipecat dengan Tidak Hormat karena Terlibat Narkoba

 

Hal itu disebabkan banyaknya jumlah anggota kepolisian serta dinamika yang kian beragam setiap tahunnya.

"Namun, PTDH ini setidaknya bisa menekan tindakan indisipliner anggota. Misalnya potensi ada 10 yang melakukan cuma 1 karena tahu PTDH," ujar dia.

Untuk permasalahan narkoba, kata Anang, pimpinan sejak jauh-jauh hari telah memberikan peringatan.

Siapa pun yang terlibat bakal ditindak tegas. Itu sejalan dengan upaya pemberantasan narkoba dari semua lini.

Sementara untuk kasus perselingkuhan atau asusila sangat tergantung dengan pihak yang terlibat permasalahan.

Sebab kasus tersebut masuk delik aduan. Bisa dicabut oleh pihak pelapor dan berakhir damai jika ada kesepakatan.

Baca juga: Konsumi Sabu dan Sering Bolos, Polisi Dipecat

Selain itu, anggota kepolisian juga bisa diberhentikan jika terlibat pidana umum lainnya dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

"Jadi kami mengimbau agar anggota polisi bekerja profesional dan bersyukur atas capaian selama ini. Mudah-mudahan pada waktu berikutnya menjadi lebih baik," ucap kapolda.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pasien Covid-19 yang Sembuh : Corona Tak Hanya Kematian, tapi Ada Kehidupan di Dalamnya

Pengakuan Pasien Covid-19 yang Sembuh : Corona Tak Hanya Kematian, tapi Ada Kehidupan di Dalamnya

Regional
Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X