Warga Tanjungpinang Dilarang Merayakan Malam Tahun Baru

Kompas.com - 28/12/2019, 12:56 WIB
Ilustrasi Kembang Api ShutterstockIlustrasi Kembang Api

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tanjungpinang mengeluarkan imbauan untuk warganya agar tidak merayakan malam pergantian tahun dari 2019 - 2020 masehi tanggal 31 Desember mendatang.

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul melalui telepon mengatakan himbauan ini akan diperkuat dengan surat edaran yang akan dikeluarkannya, agar warga Tanjungpinang tidak menggelar pesta atau membakar kembang api hingga petasan.

"Surat edarannya sudah siap, Senin depan sudah dipastikan tersebar semua ke seluruh warga Tanjungpinang," kata Syahrul, Sabtu (28/12/2019).

Syahrul mengaku larangan ini dilakukan bertujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan kecintaan terhadap budaya dan adat-istiadat setempat dalam perayaan malam tahun baru di kota Gurindam ini.

Baca juga: Dispar Tanjungpinang Sediakan 300 Kacamata Khusus untuk Nobar Gerhana Matahari Cincin

Agar menggelar doa dan zikir bersama

Banyak hal lain yang lebih positif dapat dilakukan dalam mensyukuri dan menikmati pergantian tahun 2020 masehi dengan menggelar doa bersama atau zikir bersama.

Bahkan doa atau zikir bersama ini nantinya akan dikomandoi oleh masing-masing mushola dan masjid yang tersebar diseluruh kota Tanjungpinang.

"Insyaallah jika diawal dimulai dengan perbuatan yang positif, kedepan kota Tanjungpinang juga akan tumbuh dan berkembang secara positif," paparnya.

"Dan semoga kota Tanjungpinang semakin aman, damai, kondusif dan sejahtera," pungkasnya.

Baca juga: Sidak di Lapas dan Rutan Tanjungpinang, Ini Barang-barang yang Ditemukan

Mengedepankan toleransi

Sementara itu Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammaf Iqbal berharap bagi warga yang menggelar perayaan tahun baru untuk tidak berlebihan dan selalu mengedepankan suasana kondusif.

Selain itu, Iqbal berharap agar warga Tanjungpinang juga mengedepankan rasa saling menghargai dan mengedepankan toleransi jika ada sebagian warga yang menggelar kegiatan lain dimalam perayaan pergantian tahun.

"Tetap ciptakan suasana kondusif dan toleransi serta todak mengedepankan ego pribadi kepada orang lain. Sekali lagi yang terpenting toleransi antar sesama tetap dikedepankan demi Tanjungpinang yang aman dan kondusif," jelasnya.

Baca juga: BBM Langka, Kapal Oceana Tujuan Tanjungpinang-Batam Tidak Beroperasi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Regional
Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Regional
Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Regional
Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Regional
Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Regional
Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Regional
Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Regional
Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Regional
Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Regional
AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

Regional
'Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir'

"Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir"

Regional
Silaturahmi Lebaran Virtual, Ganjar Mau Lagi, Risma Sebut yang Penting Sehat

Silaturahmi Lebaran Virtual, Ganjar Mau Lagi, Risma Sebut yang Penting Sehat

Regional
Terungkap, Benda Langit Misterius yang Bikin Geger Warga Yogyakarta, Ini Faktanya

Terungkap, Benda Langit Misterius yang Bikin Geger Warga Yogyakarta, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X