4 Warganya Tewas Diterkam Harimau, Gubernur Sumsel Sebut Pagaralam Aman

Kompas.com - 27/12/2019, 19:45 WIB
Kawasan wisata Tugu Rimau gunung Dempo kota Pagaralam, Sumatera Selatan sepi para pengunjung semenjak terjadinya konflik harimau dan manusia. Objek wisata Tugu Rimau ini diketahui merupakan kawasan hutan lindung yang merupakan habitat harimau sumatera. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAKawasan wisata Tugu Rimau gunung Dempo kota Pagaralam, Sumatera Selatan sepi para pengunjung semenjak terjadinya konflik harimau dan manusia. Objek wisata Tugu Rimau ini diketahui merupakan kawasan hutan lindung yang merupakan habitat harimau sumatera.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Selatan menyebut bahwa kondisi Kota Pagaralam saat ini telah aman dan bisa dikunjungi pasca-terjadinya konflik antara harimau dan manusia yang telah menyebabkan empat orang petani tewas.

Menurut Herman, hasil kunjungan kerjanya ke kota Pagaralam beberapa waktu lalu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), warga sekitar tak mengaku resah dengan kejadian tersebut.

"Keresahannya itu bukan karena harimaunya, tapi resah karena wisatawannya nggak datang ke sana. Jadi beda, keresahan kita dengan orang di sana," kata Herman, Jumat (26/12/2019).

Baca juga: Badannya Terecer, Petani Ini Tewas Diduga Akibat Diserang Harimau

Herman menyebutkan, seluruh konflik yang terjadi antara harimau dan manusia merupakan lokasi satwa tersebut. Bahkan, hal tersebut disebutnya tak harus dibesar-besarkan hingga membuat warga resah.

"Saya melihat ini sebenarnya sesuatu yang tak layak dibesar-besarkan. Tempat itu memang habitat harimau, belum ada satu jengkal pun (harimau) keluar dari habitatnya," ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh jajaran untuk tidak saling menyalahkan terkait konflik harimau dan manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menurut BKSDA, harimau itu mempunyai daya ingat yang luar biasa. Bahkan di kejadian pertama, penebang kayu yang pakai chainsaw itu adalah orang yang diterkam pertama, karena dianggap merusak kandangnya," jelas Herman.

Permasalahan ini, menurutnya, telah disampaikan kepada Menteri Kehutanan.

Herman menyarankan agar dibuat batas wilayah antara hutan lindung dan kawasan warga sehingga tidak ada lagi yang masuk.

"Mungkin saja masyarakat itu tidak tahu (batas wilayah), karena tidak ada batas konkret, pagar atau apa. Maka, saya minta tulisan-tulisan itu tentang masuk kawasan (hutan lindung) harus mulai di terbanyak. Saya mohon ke wartawan menjadi warga yang mengampanyekan Pagaralam aman," kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.