Kompas.com - 27/12/2019, 11:30 WIB
Ibunda Ayu Selisa, Anik Maidarningsih (51) saat ditemui di rumahnya di Badran RT 39 RW 9, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Kamis (26/12/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOIbunda Ayu Selisa, Anik Maidarningsih (51) saat ditemui di rumahnya di Badran RT 39 RW 9, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Kamis (26/12/2019)


KOMPAS.com- Kerangka manusia ditemukan dalam septic tank di Bantul diyakini adalah Ayu Selisa, menantu pemilik rumah yang menghilang sejak 2009.

Ibunda Ayu Selisa mengungkapkan, terakhir kali bertemu dengan anaknya 11 tahun lalu. Tepatnya pada tahun 2008.

Padahal, biasanya setelah menikah pada 2006 lalu, putrinya itu rutin mengunjunginya.

“Seminggu enggak kelihatan ke sini saya sering ke sana (Karangjati),” ucapnya.

Ayu Selisa tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Jika rindu pada putrinya, Anik mencari ke rumah suami Seli, Edi.

Kunjungannya mencari Seli tidak hanya dilakukan satu kali. Namun, ia harus menelan pahit kenyataan tidak bisa bertemu anaknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Edi dan orangtuanya berulang kali menjawab, Seli sedang pergi.

Baca juga: Terungkap, Identitas Kerangka Manusia di Dalam Septic Tank di Bantul

KDRT

IlustrasiKOMPAS.COM/Ilustrasi Ilustrasi

Anik menuturkan, Ayu Selisa menikah dengan Edi pada tahun 2006.

Kala itu, usia Seli 16 tahun. Sedangkan menantunya Edi berusia 19 tahun dan bekerja serabutan pada saat itu.

Satu tahun pernikahannya berjalan, Seli mulai mengeluhkan sikap Edi kepada ibunya.

Edi, kata Seli waktu itu, sering melakukan kekerasan terhadapnya. Seli bahkan kerap bercerita sambil menangis di hadapan ibunya.

"“Pernah kasar, pernah cerita dislomoti (sundut) rokok. Sering nangis pengen pisah. Saya sebagai orang tua cuma bisa ngandani (memberitahu supaya sabar),” ujarnya.

Baca juga: Kerangka Manusia di Septic Tank, Menantu Pemilik Rumah Hilang hingga Gelang dan Bordir Jadi Petunjuk

Yakin dibunuh

Proses Evakuasi Kerangka di BantulKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Proses Evakuasi Kerangka di Bantul

Setelah tak bertemu sekian lama, keluarga merasa sangat terkejut saat polisi menunjukkan gelang dan bordir yang ditemukan pada kerangka.

Gelang dan bordir tersebut didapati oleh Dokter Forensik RS Bhakti Polda DIY yang melakukan visum luar.

Saat itu, orangtua Seli meyakini barang tersebut milik anaknya.

Anik juga yakin, Seli menjadi korban pembunuhan. Edi yang meninggal 50 hari lalu karena bunuh diri dianggapnya sebagai orang yang paling bertanggung jawab.

"Menurut saya Edi. Saya yakin juga ada yang ngrewangi (membantu)," katanya.

Jika benar Edi pelakunya, ia merasa tindakan menantunya sangat tidak manusiawi.

"Kenapa dulu (Seli) tidak dikembalikan ke saya saja,"katanya.

Ia berharap polisi segera mengusut tuntas kasus ini.

Sumber: KOMPAS.com (Penulis : Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono, Editor : Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X