Tragedi Tengah Malam di Liku Lematang, Bus Sriwijaya Masuk Jurang dan Tewaskan 35 Penumpang

Kompas.com - 26/12/2019, 08:38 WIB
Evakuasi bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang ketika melintas di di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019). HANDOUT/SAR PALEMBANGEvakuasi bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang ketika melintas di di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Senin (34/12/2019). Bus Sriwijaya yang mengangkut 31 penumpang berangkat dari Bengkulu menuju Palembang.

27 penumpang diangkut dari Po Sriwijaya Express-Pratama Kota Bengkulu dan 4 orang dari Po Sriwijaya di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Mobil bus jenis Mitsubishi Fuso dengan plat nomor BD 7031 AY tersebut disopiri oleh Ferry yang telah 20 tahun bekerja di PO Sriwijaya.

Saat melintas di Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, bus tersebut sempat terperosok ke parit.

Baca juga: Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Jadi 35 Orang, Tim SAR Hentikan Sementara Pencarian

Untuk keluar dari parit, bus tersebut harus ditarik oleh mobil lain. Saat itu penumpang sempat diminta untuk turun. Setelah bus berhasil ditarik, para penumpang kembali naik dan melanjutkan perjalanan.

Nahas. Belum lama melaju, bus tersebut menabrak pembatas jalan dan meluncur masuk ke jurang kedalaman 150 meter saat melintas di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.

Kejadiaan tersebut jelang tengah malam dan waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB.

Baca juga: Kecelakaan Bus Sriwijaya, Wali Kota Pagar Alam Ajukan Bangun Jembatan

Kondisi air sungai saat itu sangat deras. Kepanikan puluhan penumpang pun terjadi.

Hasanah (52) salah satu penumpang yang selamat bercerita bahwa para penumpang memecahkan kaca untuk keluar dari badan bus. Ia dan cucunya nyaris terseret arus sungai yang sangat deras.

"Cucu saya teriak, om tolong kami. Yang ada di atas tolong kami. Kondisi malam itu tidak ada orang," ujarnya.

Menurut Hasanah sebagian penumpanh yang selamat langsung naik ke atas bada bus agar tidak terbawa arus.

Baca juga: Bertambah, Korban Meninggal Kecelakaan Bus Sriwjaya Kini 34 Orang

Evakuasi bus Sriwijaya yang terjatuh ke jurang ketika melintas di kecelakaan bus Sriwijaya di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019).HANDOUT/SAR PALEMBANG Evakuasi bus Sriwijaya yang terjatuh ke jurang ketika melintas di kecelakaan bus Sriwijaya di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019).
Mereka bertahan hingga para pengemudi yang melintas di lokasi tersebut membantu evakuasi.

"Sopir kami itu bawa mobil ngebut. Saya tidak lagi tidur, waktu itu lagi ngobrol sama cucu. Tiba-tiba bus langsung terjun begitu,"jelasnya.

Sementara itu dari catatan kepolisian, sebelum terjun ke jurang, bus tersebut sempat tiga kali terperosok ke saluran air serta menyengggol kendaraan lain.

Untuk mencari korban, tim SAR gabungan mmeperluas pencarian hingga 5 meter dari lokasi jatuhnya bus nahas tersebut.

Hal tersebut dilakukan karena arus Sungai Lematang yang deras membawa sebagian korban hanyut. Selain aliran sungai, petugas juga menyisir bagian tebing untuk memastikan keberadaan korban.

Baca juga: Tragedi Bus Sriwijaya, Indonesia Butuh Badan Keselamatan Transportasi

"Banyak korban saat dievakuasi berada di luar bus karena terseret arus di sungai. Sehingga titik lokasi pencarian korban kita perluas. Sampai sekarang masih berlangsung," kata Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang, Benteng Telau, Selasa (23/12/2019).

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Untuk Kebutuhan Penerangan Listrik, Kami Merasa Diabaikan dan Dianaktirikan'

"Untuk Kebutuhan Penerangan Listrik, Kami Merasa Diabaikan dan Dianaktirikan"

Regional
Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Regional
Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Regional
Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Regional
Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Regional
Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Regional
Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Regional
Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Regional
Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Regional
Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Regional
Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Regional
Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Regional
Longsor Memutus Akses Jalan Menuju 7 Desa di Sarolangun, Jambi

Longsor Memutus Akses Jalan Menuju 7 Desa di Sarolangun, Jambi

Regional
Marahi Polisi Saat Jaga Pameran Pembangunan, Bupati Timor Tengah Utara : Suasananya Mencekam

Marahi Polisi Saat Jaga Pameran Pembangunan, Bupati Timor Tengah Utara : Suasananya Mencekam

Regional
Tak Ikut Belajar Online, Juara Kelas Itu Dipukuli Ibunya dengan Balok Kayu

Tak Ikut Belajar Online, Juara Kelas Itu Dipukuli Ibunya dengan Balok Kayu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X