Hujan Es Melanda Wilayah Baturraden

Kompas.com - 25/12/2019, 18:21 WIB
Hujan es terjadi di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2019). DOK. KEPALA DESA KEMUTUG KIDULHujan es terjadi di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2019).

BANYUMAS, KOMPAS.com - Fenomena hujan es terjadi di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (25/12/2018).

Kepala Desa Kemutug Kidul Kardi Daryanto menjelaskan, hujan es terjadi bersamaan dengan hujan lebat yang disertai angin kencang di wilayah setempat sekitar pukul 15.00 WIB.

"Iya ada hujan es di Baturraden, khususnya di desa saya, desa yang lain saya belum dengar. Kejadian hujan es bersamaan dengan hujan lebat," kata Kardi saat dihubungi, Rabu.

Baca juga: Mengapa Hujan Es Bisa Terjadi di Lombok Tengah? Ini Penjelasan BMKG

Kardi mengungkapkan, hujan es menimbulkan suara keras pada bagian atap rumah. Hujan es yang turun rata-rata berukuran sebesar kelereng.

"Ukuran sekelereng-kelereng, suara keras di atap karena kejatuhan es. Hujan es berlangsung sekitar 20 menit saat hujan lebat, kalau sekarang sudah reda," ujar Kardi.

Menurut Kardi, fenomena hujan es baru kali pertama terjadi di wilayahnya. Warga setempat sempat heboh atas fenomena alam yang jarang terjadi itu.

 Baca juga: Puting Beliung dan Hujan Es Rusak Puluhan Rumah di Lombok Tengah

Kardi mengatakan hujan lebat yang disertai angin dan hujan es mengakibatkan sejumlah atap rumah warga rusak. Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.

"Karena disertai dengan angin, akhirnya banyak atap rumah warga yang terbang," kata Kardi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Ariono membenarkan peristiwa hujan es tersebut.

"Betul, sementara informasi yang kami terima hujan es terjadi di wilayah Desa Kemutug Kidul dan sekitarnya," jelas Ariono.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Regional
Pemprov Sulsel Anggarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Pemprov Sulsel Anggarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Regional
Dibebaskan karena Wabah Virus Corona, Perasaan Napi Senang Campur Gundah

Dibebaskan karena Wabah Virus Corona, Perasaan Napi Senang Campur Gundah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X