Kompas.com - 25/12/2019, 08:18 WIB
Kerukunan antar tetangga terlihat kental di Karangtengah Lor, Margosari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, DI Yogyakarta. KOMPAS.COM/DANI JULIUSKerukunan antar tetangga terlihat kental di Karangtengah Lor, Margosari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, DI Yogyakarta.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sri Nurjanah dan Harmanto, warga Dusun Karangetengah Loro, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta memiliki tradisi sendiri saat natal.

Pasangan suami istri tersebut selalu membagikan bingkisan natal sejak tahun 1990-an. Kala itu mereka membuat 20 bingkisan natal yang akan diserahkan pada tetangga sekitar.

Sebagai pembuat roti, dalam bingkisan yang diberikan Sri Nurjanah dan Harmanto selalu ada roti bikinan mereka sendiri.

"Isinya selalu seperti ini. Hanya saja rotinya ganti-ganti, misal tahun kemarin roti gulung," kata Sri.

Baca juga: Potret Toleransi di Timika, Anak Muda Hindu, Budha, dan Islam Amankan Misa Natal

Selain roti, mereka juga menyiapkan lemper sebagai simbol untuk mempererat hubungan mereka.

Kepada Kompas.com, Sabtu (21/12/2019) Sri Nurajanah mengatakan tradisi membagikan bingkisan batal adalah sebagai tanda syukur dan sukacita bagi mereka di hari kelahiran Yesus Kristus di dunia.

"Natalan itu selalu senang. Biar sekarang tetangga ikut merasakan sukacita kita," kata perempuan yang bekerja di Rumah Sakit Umum Kaliwates itu.

Ia mengatakan pemberian bingkisan atah hantaran lazim dilakukan oleh masyarakat Jawa yang disebut tradisi atar-arat atau anter-anter. Sebagian orang menyebutnya kendurian.

Pemberian bingkisan atau hantaran juga dilakukan saat orang mempunyai hajatan seperti khitanan, pernikahan, lamaran, peringatan kematian, dan perayaan lainnya.

Baca juga: Potret Toleransi di Kulon Progo, Umat Kristiani Bagi-bagi Bingkisan Natal ke Semua Warga

 

Bingkisan untuk semua agama

Warga Kristiani menyiapkan bingkisan Natal berisi roti, keripik, telur asin dan nasi lemper. Bingkisan ini menjadi hantaran atau berkat bagi semua warga di 2 RT pada Dusun Karangtengah Lor, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tradisi ini menandakan sukacita warga  memasuki perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Warga Kristiani menyiapkan bingkisan Natal berisi roti, keripik, telur asin dan nasi lemper. Bingkisan ini menjadi hantaran atau berkat bagi semua warga di 2 RT pada Dusun Karangtengah Lor, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tradisi ini menandakan sukacita warga memasuki perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Dengan berjalannya waktu, umat kristiani di Karangtengah Lor mengubah cara pemberian bingkisan natal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X