Penertiban Ternak Babi Ricuh, Camat di Deli Serdang Nyaris Kena Pukul

Kompas.com - 24/12/2019, 19:49 WIB
Tangkapan layar video detik-detik sebelum ricuh penertiban Ternak babi di salah satu kandang babi di Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang pada Senin (23/12/2019). Penertiban ini dilakukan karena tidak diperbolehkan peternakan babi di Kecamatan Hamparan Perak. Sementara di Deli Serdang, peternakan babi hanya diperbolehkan di Kecamatan Sibiru-birud dan STM Hilir. IstimewaTangkapan layar video detik-detik sebelum ricuh penertiban Ternak babi di salah satu kandang babi di Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang pada Senin (23/12/2019). Penertiban ini dilakukan karena tidak diperbolehkan peternakan babi di Kecamatan Hamparan Perak. Sementara di Deli Serdang, peternakan babi hanya diperbolehkan di Kecamatan Sibiru-birud dan STM Hilir.

MEDAN, KOMPAS.com - Penertiban peternakan babi di Desa Tandem Hilir 1, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berlangsung ricuh.

Seorang camat nyaris terkena bogem mentah dari seseorang peternak yang melawan saat ditertibkan.

Kepada wartawan, Camat Hamparan Perak, Amos Karo-karo mengaku, kejadian itu terjadi saat dirinya mendatangi sebuah kandang yang di dalamnya terdapat sekitar 700 ekor babi pada Senin (23/12/2019) siang.

"Jadi penertiban ini sudah yang ke tujuh kali sejak 2016. Di masa saya ini saja dua kali, sebelumnya juga sudah dilakukan. Nah, di tahun 2019 ini, kita persuasif, tapi mendapat perlawanan," katanya, Selasa (24/12/2019).

Baca juga: Dikeluhkan Warga, Peternakan Babi di Makassar Direlokasi

Menurut dia, penertiban tersebut dikarenakan Desa Tandem Hilir 1 dan Tandem Hulu 2 tidak memiliki izin untuk beternak babi.

"Awalnya peternak tidak terima dikosongkan selama tidak ada surat dari Bupati. Maka surat Bupati itu saya jalankan. Tapi enggak terima juga mereka. Kalau surat, kita lengkap lah," katanya.

Dia mengaku kecewa dengan adanya perlawanan saat ditertibkan. Terlebih, kata dia, selama ini mereka tidak memiliki izin beternak babi.

"Mereka sudah lama. Tapi itu tadi, silakan mereka beternak. Tak masalah, tapi urus izinnya. Kan ada peraturan, mereka tidak mau," katanya.

Baca juga: Proyek Peternakan Babi Bernilai Rp 120 Miliar, Ditolak

Maros membandingkan saat penertiban di Dusun Garmenia, Desa Klambir Lima kebun, Kabupaten Deli Serdang beberapa waktu lalu.

Di dusun itu, ada 700 kepala keluarga beternak babi dan ketika dilakukan penertiban tidak ada penolakan.

"Mungkin kebal dengan hukum dan perturan di negara ini. Saya di Garmenia, itu ada 700 KK, saya tertibkan, enggak ada masalah dan perlawanan," katanya.

Dia menjelaskan, saat penertiban di Dusun Garmenia peternak menerima penertiban dengan catatan dibolehkan beternak ayam, itik, bebek dan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

Regional
Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Regional
16 Petak Toko Pasar Raya Padang Hangus Terbakar

16 Petak Toko Pasar Raya Padang Hangus Terbakar

Regional
Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid, Kepala Desa Ini Dikeroyok

Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid, Kepala Desa Ini Dikeroyok

Regional
Wali Kota Tidore Dibawa ke RSUD Ternate dengan Protokol Covid-19

Wali Kota Tidore Dibawa ke RSUD Ternate dengan Protokol Covid-19

Regional
Kapolda Jabar Minta Maaf atas Arogansi Bripka HI yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

Kapolda Jabar Minta Maaf atas Arogansi Bripka HI yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
3 Orang Ini Sembunyi Dalam Terpal di Mobil Pikap untuk Kelabui Petugas Cek Poin di Malang

3 Orang Ini Sembunyi Dalam Terpal di Mobil Pikap untuk Kelabui Petugas Cek Poin di Malang

Regional
Kapolda Jabar Mutasi Polisi Ngamuk karena Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Kapolda Jabar Mutasi Polisi Ngamuk karena Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
Gubernur Maluku ke Tenaga Medis: Kalian adalah Pahlawan...

Gubernur Maluku ke Tenaga Medis: Kalian adalah Pahlawan...

Regional
Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo Terkatung-katung di Ternate

Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo Terkatung-katung di Ternate

Regional
Polisi Naik Fortuner Adu Mulut dengan Anggota Satlantas, Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Polisi Naik Fortuner Adu Mulut dengan Anggota Satlantas, Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
Pantai Pasir Padi Babel Ditutup, Pengunjung Diminta Pulang

Pantai Pasir Padi Babel Ditutup, Pengunjung Diminta Pulang

Regional
Naik Fortuner, Oknum Polisi Ini Marah Saat Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolda Jabar: Jangan Arogan

Naik Fortuner, Oknum Polisi Ini Marah Saat Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolda Jabar: Jangan Arogan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X