5 Fakta 3 Mahasiswa Unsika Tewas Terjebak di Goa Lele, Terjadi Saat Hujan Deras hingga Diduga Kehabisan Oksigen

Kompas.com - 24/12/2019, 06:05 WIB
Proses evakuasi mahasiswa Unsika yang terjebak di Goa Lele, Kampung Tanah Bereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Senin (23/12/2019) dini hari. HANDOUTProses evakuasi mahasiswa Unsika yang terjebak di Goa Lele, Kampung Tanah Bereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Senin (23/12/2019) dini hari.

KOMPAS.com - Tiga mahasiswa Universitas Singaperbangsa (Unsika) meninggal dunia setelah terjebak di Goa Lele, Kampung Tanah Bereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Senin (23/12/2019).

Ketiganya yakni Erisa Rifana (20), Alief Rindu Araffa (19) dan Ainan Fatimatuzahro (19).

Erisa Rifana dan Alief Rindu merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan Unsika yang berasal dari Bogor.

Sedangkan Ainan merupakan Mahasiswa Fakultas Kesehatan yang berasal dari Banjarnegara, ketiganya divekuasi Tim SAR Gabungan di waktu yang berbeda.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan, tiga mahasiswa Unsika meninggal diduga karena kehabisan oksigen saat terjebak di Goa Lele.

Sementara itu, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, Kerja sama, dan Hubungan Masyarakat Unsika Dida Herwanda Barnas mengaku belum menerima permohonan izin dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapalaska Unsika baik secara lisan dan tertulis perihal kegiatan tersebut.

Atas kejadian tersebut, pihaknya tengah mempertimbangkan sanksi kepada UKM Mapalaska terkait insiden Goa Lele yang menewaskan tiga mahasiswa.

Berikut ini fakta selengkapnya:

 

1. Kronologi kejadian

Ilustrasi penjelajah gua. (Shutterstock) Ilustrasi penjelajah gua. (Shutterstock)

Ketua Adat Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unsika Karawang Wido Arya Ritaldi mengatakan, kejadian bermula saat 15 mahasiswa melakukan caving atau susur gua.

Rombongan tersebut terdiri dari 9 mahasiswa Unsika dan 6 mahasiswa Polibisnis Purwakarta.

Dijelaskannya, Mapalaska mendapat permintaan dari mahasiswa Polibisnis Purwakarta untuk sharing soal susur gua.

Saat tiba di Goa Lele pada Minggu (22/12/2019) siang, tim dipecah.

Sebanyak 6 orang standby di camp yang terletak 20 meter dari gua, 3 orang berjaga di luar gua, 3 orang berjaga di bawah mulut gua. Sementara yang turun ada 5 orang.

"Jadi total ada delapan orang yang masuk ke gua. Tiga orang berjaga dekat mulut gua, lima orang turun ke bawah," jelasnya.

Sebelum masuk ke gua, tim melakukan berbagai kesiapan baik fisik dan perlengkapan. Tim juga sempat memantau cuaca. Saat itu, cuaca sedang cerah sehingga tim memutuskan masuk goa.

Setelah berdoa, sekira pukul 14.00 WIB, delapan orang lengkap dengan peralatan caving mulai turun ke gua.

Baca juga: Kronologi Tewasnya 3 Mahasiswa Unsika: Terjebak di Goa Lele akibat Hujan Deras, Korban Sempat Pingsan

 

2. Terjebak dalam Goa Lele saat hujan deras

Ilustrasi Hujan Deras. KOMPAS/AGUS SUSANTO Ilustrasi Hujan Deras.

Widodo mengatakan, ketiga mahasiswa yang tewas tersebut terjebak saat hujan deras turun sekitar pukul 14.30 WIB.

Bahkan ia pun tak menyangka hujan akan turun, karena sebelum kejadian cuaca sedang cerah sehingga tim memutuskan untuk masuk ke goa.

Lanjutnya, begitu hujan turun, tiga orang yang bertugas di mulut gua sempat memberikan informasi kepada tim yang bertugas di dekat mulut gua.

Tiga orang yang berjaga kemudian meneruskan informasi perubahan cuaca tersebut kepada lima orang yang sedang eksplor di dalam.

Kemudian lima orang tersebut mencoba bergerak dengan cepat. Namun, saat kedalaman 30 meter di bawah tanah, air tiba- tiba masuk ke dalam gua.

Saat itu, air tiba- tiba muncul dari semua celah dan lubang gua. Mereka pun terhadang banjir bandang yang muncul dari segala arah.

"Sekitar 30 menit setelah banjir mulai surut, baru korban ditemukan sama rekan-rekan yang selamat," ujarnya.

Baca juga: 3 Mahasiswa Unsika Tewas Terjebak di Goa Lele Karawang, SAR: Hujan Deras di Lokasi

 

3. Diduga tewas setelah kehabisan oksigen

Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan, tiga mahasiswa yakni Erisa Rifan, Alief Rindu, dan Ainan Fatimatuzahro meninggal diduga karena kehabisan oksigen saat terjebak di Goa Lele.

Sambungnya, ketiga korban panik ketika terjebak dalam gua.

"Korban panik pada saat air di dalam goa dan kehabisan oksigen. Dan cukup lama juga terjebak di dalam gua sampai berhasil dievakuasi nya," kata Deden, melalui pesan singkat, Senin.

"Ketiganya meninggal dunia," sambungya.

Baca juga: Detik-detik Mahasiswa Unsika Tewas Terjebak di Goa Lele

 

4. Memerlukan peralatan khusus karena kondisi medan yang sempit

Petugas SAR Kota Bandung tengah melakukan evakuasi tiga mahasiswa Unsika yang terjebak di Goa Lele, Kabupaten Karawang.Dok. SAR Bandung. Petugas SAR Kota Bandung tengah melakukan evakuasi tiga mahasiswa Unsika yang terjebak di Goa Lele, Kabupaten Karawang.

Deden mengatakan, untuk melakukan evakuasi terhadap mahasiswa Unsika yang terjebak di dalam Goa Lele, pihaknya pun memerlukan peralatan khusus.

"Info dari unsur yang berada di lapangan kesulitan evakuasi karena kondisi medan sangat sempit," kata Deden.

"Dan jarak dari mulut goa hingga mencapai korban membutuhkan waktu kurang lebih satu jam." sambungnya.

Pukul 21.20 WIB Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung dikerahkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan antara lain yakni 1 unit rescue truck, 1 set peralatan HART (High Angle Rescue Technique), 1 set peralatan alkom, dan 1 set peralatan medis.

Sementara itu, Kapolsek Pangkalan AKP Eka Asmayani mengatakan, sulitnya medan Goa Lele yang sulit membuat evakuasi memakan waktu lama. 

Proses evakuasi dilakukan sejak Minggu (22/12/2019) pukul 19.00 WIB hingga Senin (23/12/2019) sekitar pukul 06.00 WIB, atau hampir 24 jam.

Menurut Eka, dari delapan mahasiswa Unsika yang terjebak, tiga meninggal setelah sebelumnya sempat pingsan.

"Evakuasi harus melalui jalur reli," kata Eka.

Baca juga: Tiga Mahasiswa Unsika Terjebak di Goa Lele Karawang

 

5. Tiga mahasiswa tewas, pihak kampus akan panggil pembina Mapalska Unsika

Ilustrasi KampusShutterstock.com Ilustrasi Kampus

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, Kerja sama, dan Hubungan Masyarakat Unsika Dida Herwanda Barnas mengatakan, pihaknya belum menerima permohonan izin dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapalaska Unsika baik secara lisan dan tertulis perihal kegiatan tersebut.

"Kami belum mengeluarkan izin," katanya, di area Gedung Forensik Polres Karawang, Senin.

Sambungnya, pihaknya secepatnya akan memanggil Pembina Mapalaska Unsika.

Selain itu, pihaknya juga tengah mempertimbangkan sanksi kepada UKM Mapalaska terkait insiden Goa Lele yang menewaskan tiga mahasiswa.

"Kami punya tim kode etik. Untuk mahasiswa, dosen, dan staf, ada kode etiknya. Tapi tentunya akan kami evaluasi," tambahnya.

Baca juga: 3 Mahasiswa Tewas Terjebak di Gua Lele, Unsika Pertimbangkan Sanksi untuk Mapalaska

 

Sumber: KOMPAS.com (Farida Farhan, Agie Permadi | David Oliver Purba, Aprilia Ika, Farid Assifa)

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X