7 Kisah Pemelihara Ular di Sejumlah Daerah, dari Tidur Bersama hingga Tewas Saat Mandikan Ular

Kompas.com - 23/12/2019, 07:45 WIB
Munding Aji (30), pemuda asal RT 002, RW 001, Desa Gunungsari, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, saat bergumul dengan ular sanca batik (Pyton reticulatus) raksasa koleksinya, Kamis (21/6/2018). Sedikitnya ada 10 ular sanca raksasa yang dia koleksi dalam 10 tahun terakhir dengan tak kurang dari 100 ekor ayam dia berikan untuk pakan ular-ular koleksinya setiap bulannya. KOMPAS.com/M IQBAL FAHMIMunding Aji (30), pemuda asal RT 002, RW 001, Desa Gunungsari, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, saat bergumul dengan ular sanca batik (Pyton reticulatus) raksasa koleksinya, Kamis (21/6/2018). Sedikitnya ada 10 ular sanca raksasa yang dia koleksi dalam 10 tahun terakhir dengan tak kurang dari 100 ekor ayam dia berikan untuk pakan ular-ular koleksinya setiap bulannya.

KOMPAS.com- Bagi sebagian masyarakat, ular dianggap sebagai binatang mengerikan.

Ular kobra dan ular derik ditakuti karena memiliki bisa yang mematikan.

Sedangkan ular piton ditakuti lantaran lilitan dan rahangnya yang sangat lentur hingga dapat memangsa manusia.

Namun, anggapan tersebut tidak berlaku bagi orang-orang ini.

Mereka menganggap ular sebagai 'kawan'. Berikut beberapa kisah pemelihara ular yang berhasil dirangkum oleh Kompas.com:

Baca juga: Ini Dua Jenis Ular Kobra yang Ada di Indonesia

1. Ratu ular dari Purwokerto

Iin Ayu (55) mengoleksi berbagai macam ular di garasi rumahnya Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Iin Ayu (55) mengoleksi berbagai macam ular di garasi rumahnya Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Julukan 'ratu ular' seolah tepat mewakili sosok Iin Ayu (55), warga Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Tidak hanya piton, berbagai jenis ular kobra berbisa menjadi koleksi Iin. Jumlahnya mencapai ratusan ekor. Ular-ular itu ia rawat di garasi rumahnya.

Keakraban Iin dengan berbagai jenis ular dimulai ketika Iin masih berusia remaja. Saat itu, Iin mengaku sering menangkap ular di sawah.

“Tidak bisa menjelaskan, tapi saya bisa merasakan, apalagi dengan ular yang berbisa. Saya sudah digigit berkali-kali, biasanya diobati dengan ramuan dari dedaunan," tuturnya.

Iin meyakini, ular memiliki naluri yang bisa dipelajari oleh manusia. Mereka tidak akan menyerang jika diperlakukan dengan baik.

“Saya dulu sering digigit, tapi setelah sering bergaul dengan ular tidak pernah digigit lagi. Artinya ular memiliki naluri, kalau disayang, dirawat, tidak akan menyerang," ujarnya.

Ular, kata Iin, akan berubah agresif jika mereka merasa terancam. Oleh karena itu, Iin mengimbau masyarakat bersikap tenang jika kebetulan bertemu dengan binatang ini.

“Jangan panik, halau dengan alat yang ada di rumah seperti sapu, jangan pakai tangan kosong,” kata dia.

Tak heran, Iin sering diminta warga mengevakuasi temuan ular. Ia melakukan hal tersebut tanpa memungut biaya.

Biasanya, warga yang meminta bantuan berasal dari wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Namun Iin pun pernah diminta mengevakuasi ular di Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Jangan Panik, Ini yang Harus Dilakukan Jika Bertemu Ular Kobra

2. Penjinak king kobra asal Riau itu bernama Amar

Aksi amar saat bermain dengan king kobra sepanjang 4 meter yang dipelihara di rumahnya di jalan umban sari kecamatan rumbai pekanbaruKontributor Kompas TV Pekanbaru, Citra Indriani Aksi amar saat bermain dengan king kobra sepanjang 4 meter yang dipelihara di rumahnya di jalan umban sari kecamatan rumbai pekanbaru

Sekilas, Muamar Syahida (25) tampak seperti pemuda biasa. Siapa sangka, Amar sapaannya, memiliki kemampuan menaklukkan ular kobra.

Tak tanggung-tanggung, Amar mampu menjinakkan ular berjenis king kobra.

Amar merawat puluhan ekor ular di rumahnya, Jalan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Mulai dari kobra hingga derik yang sangat berbisa, dipelihara olehnya.

Amar belajar menjinakkan ular secara otodidak sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Baginya, ketenangan merupakan kunci utama dalam menjinakkan ular-ular tersebut.

“Dulu awalnya saya coba tangkap ular lidi. Saya belajar bagaimana teknik menjinakkannya,” katanya, Selasa (10/4/2018).

Namun bukan berarti ia tidak pernah diserang. Amar tetap waspada meski sering bersentuhan dengan mereka.

“Kadang dia (king kobra) marah dan menyerang saat saya pegang, terutama pada bagian kepalanya. Saya tangkap dengan tenang menggunakan tongkat (snake hooks)," ucapnya.

Baca juga: Mengapa Ular Kobra Masuk ke Permukiman dan Rumah Warga?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kunjungan Wisatawan ke DIY Capai 39.000 Saat Akhir Pekan

Kunjungan Wisatawan ke DIY Capai 39.000 Saat Akhir Pekan

Regional
Buntut Meninggalnya Ibu Hamil yang Diduga Ditelantarkan, Bidan hingga Pejabat RSUD Bulukumba Diperiksa Polisi

Buntut Meninggalnya Ibu Hamil yang Diduga Ditelantarkan, Bidan hingga Pejabat RSUD Bulukumba Diperiksa Polisi

Regional
Muncul Kasus Covid-19 dari Klaster Kondangan Cirebon di Temanggung

Muncul Kasus Covid-19 dari Klaster Kondangan Cirebon di Temanggung

Regional
Bertambah 50 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor

Bertambah 50 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor

Regional
Kamis, Presiden Jokowi Berkunjung ke Labuan Bajo, NTT

Kamis, Presiden Jokowi Berkunjung ke Labuan Bajo, NTT

Regional
Istri Meninggal dan Putrinya Lumpuh, Koestomo: Selama Masih Kuat, Saya Akan Terus Merawat Anak Saya

Istri Meninggal dan Putrinya Lumpuh, Koestomo: Selama Masih Kuat, Saya Akan Terus Merawat Anak Saya

Regional
Potensi Tsunami 20 Meter, EWS Tsunami Gunungkidul Rusak

Potensi Tsunami 20 Meter, EWS Tsunami Gunungkidul Rusak

Regional
Risma Imbau Warga Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Musim Hujan

Risma Imbau Warga Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Musim Hujan

Regional
Kata Warga soal Penghuni Rumah di Gunungkidul yang Digeledah Densus 88

Kata Warga soal Penghuni Rumah di Gunungkidul yang Digeledah Densus 88

Regional
Anak yang Jadi Korban Kekerasan Orangtua Akhirnya Diasuh Kapolres

Anak yang Jadi Korban Kekerasan Orangtua Akhirnya Diasuh Kapolres

Regional
Dikemas Kotak Kayu, 301 Kilogram Ganja Dibawa Truk dari Aceh ke Bogor

Dikemas Kotak Kayu, 301 Kilogram Ganja Dibawa Truk dari Aceh ke Bogor

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 September 2020

Regional
Demi Hidupi 4 Adiknya, Gadis Yatim Piatu Jadi Penggembala Sapi dan Pungut Kelapa

Demi Hidupi 4 Adiknya, Gadis Yatim Piatu Jadi Penggembala Sapi dan Pungut Kelapa

Regional
Geliat Penerbangan di Tengah Wabah, Maskapai Asing Mulai Terbang ke Bandara YIA

Geliat Penerbangan di Tengah Wabah, Maskapai Asing Mulai Terbang ke Bandara YIA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X