Tak Bersertifikat, 235 Kilogram Daging Sapi Impor Disita Petugas

Kompas.com - 20/12/2019, 19:54 WIB
Sampel daging impor yang ditahan petugas Balai Karantina Pangkal Pinang, Jumat (20/12/2019). KOMPAS.com/HERU DAHNURSampel daging impor yang ditahan petugas Balai Karantina Pangkal Pinang, Jumat (20/12/2019).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Ratusan kilogram daging sapi beku eks impor ditahan petugas saat proses pengangkutan di Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (20/12/2019).

Daging tersebut didapati petugas saat pengawasan rutin sekitar pukul 11.00 WIB, terhadap Kapal KM Salvia yang baru tiba dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Setelah selesai bongkar muatan petugas curiga terdapat beberapa box yang dimuat ke dalam angkutan umum, setelah diperiksa ditemukan box berisi daging beku dingin," kata Kasi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkal Pinang, Akhir Santoso Kompas.com.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Usut Pelaku Penyelundupan Benih Lobster

Selanjutnya, kata Santoso, petugas membawa dan menahan box yang dicurigai ke Kantor Wilker Pelabuhan Pangkal Balam.

Di hadapan pemilik, saat mobil box dibuka diketahui daging sapi berjumlah 235,1 kilogram berupa daging sapi eks import dalam bentuk potongan dan dimasukkan dalam lima kemasan box sterefoam.

Dari keterangan pemilik, daging sapi tersebut dibeli dari salah satu toko online di Indonesia dengan transaksi mencapai Rp 21,5 juta.

Menurut Santoso, keberadaan daging tidak dilengkapi dokumen lengkap seperti sertifikasi kesehatan barang dan makanan.

Baca juga: Polri Akan Bentuk Tim Terkait Penyelundupan Kendaraan Mewah

Petugas menilai daging tersebut sebagai Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (MP HPHK) Bahan Asal Hewan (BAH).

"Pemilik berdalih tidak mengetahui peraturan perkarantinaan dan mengira pengiriman merupakan tanggung jawab penjual barang," ungkapnya.

Atas hal tersebut, pemilik melanggar Undang-Undang Nomor 16 tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Pasal 6 huruf a dengan hukuman penjara maksimal 3 tahun dan denda Rp150 juta.

"Sementara barangnya kita sita dulu, karena setiap orang pembawa yang dibawa atau dikirim dari satu area ke area lain di wilayah Republik Indonesia wajib dilengkapi sertifikat karantina," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Regional
Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Regional
UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

Regional
2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

Regional
Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Regional
Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Regional
Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Regional
Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Regional
Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Regional
Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Regional
Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Regional
Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Regional
Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X