Kompas.com - 20/12/2019, 17:15 WIB
Tari (50) menunjukkan surat laporan polisi saat mendatangi sebuah pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). KOMPAS.com/Fadlan Mukhtar ZainTari (50) menunjukkan surat laporan polisi saat mendatangi sebuah pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kasus dugaan penipuan yang dilakukan biro perjalanan umrah di Banyumas memasuki babak baru.

Pasalnya, NR yang merupakan pengelola dari biro perjalanan umrah tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Penetapan tersangka tersebut, setelah polisi melakukan sejumlah penyelidikan dan mendengarkan keterangan dari para saksi.

Meski sudah dinaikan statusnya, namun polisi belum menahan NR. Mengingat tersangka hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

"Tersangka sudah ada. Sementara baru NR yang kami naikkan statusnya jadi tersangka, karena dari kesaksian-kesaksian calon jemaah mengarah ke sana," kata Kapolresta Banyumas AKBP Whisnu Caraka saat ditemui di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/12/2019).

Sedangkan untuk suami NR, yaitu RD statusnya sekarang masih terlapor. Namun tidak menutup kemungkinan dapat naik sebagai tersangka.

Baca juga: Penipuan Calon Jemaah Umrah di Banyumas, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Karena jika melihat rentetan kejadian tersebut, polisi menduga kasus penipuan itu dilakukan dengan cara bersama-sama antara NR dan RD.

"Tidak menutup kemungkinan dua-duanya tersangka. Saat ini sedang digelarkan, kami masih menunggu laporan apa hasilnya," jelas Whisnu.

Menyikapi kasus penipuan itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Banyumas, Purwanto Hendro Puspito mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dalam memilih biro perjalanan umrah.

"Sesuai dengan imbauan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, calon jamaah perlu cek '5 Pasti' sebelum mendaftar umrah, yakni Pasti Travel/Biro Perjalanannya, Pasti Jadwalnya, Pasti Terbangnya, Pasti Hotelnya, dan Pasti Visanya," terangnya seperti dikutip dari Antara Jateng, Senin (16/12/2019).

Tidak hanya itu, untuk memastikan terhindar dari kasus penipuan, warga juga diminta memastikan legalitas dari biro perjalanan yang bersangkutan.

Untuk mengecek legalitas itu, bisa dilihat melalui laman https://simpu.kemenag.go.id.

Penulis : Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain|Editor : Dony Aprian/Antaranews.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.