Kompas.com - 20/12/2019, 11:10 WIB

PAGARALAM, KOMPAS.com- Bupati Lahat Cik Ujang mengatakan, ada permainan dari oknum Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang menyebabkan banyaknya masyarakat bisa bercocok tanam dalam kawasan hutan lindung.

Cik Ujang menjelaskan, banyaknya masyarakat di Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Lahat, bercocok tanam dalam kawasan hutan lindung karena diizinkan oleh oknum dengan meminta pungutan bayaran.

"Ada selentingan kabar masyarakat di sana yang menyatakan bahwa ada oknum petugas BKSDA yang memungut dana sehingga diizinkan berkebun. Kalau mau bercocok tanam bayar, kalau tidak silakan pergi dari sini," kata Cik Ujang, dalam rapat koordinasi serangan hewan buas/harimau di rumah dinas Wal ikota Pagaralam, Kamis (19/12/2019).

Cik Ujang mengaku bingung hampir rata-rata yang menjadi korban adalah warga Lahat.

Misalnya, Kuswanto (57), petani kopi di Lahat tewas diterkam harimau pada Minggu (17/11/2019).

Ketika dilakukan penyelidikan, lokasi tersebut berada dalam kawasan hutan lindung yang merupakan habitat harimau.

"Saya juga bingung, kenapa bisa semuanya (korban) warga Lahat," ujar dia.

Baca juga: Banyak Temuan Jejak Harimau Palsu di Lahat, Dicetak dari Kaus Kaki

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru ketika dikonfirmasi usai acara, enggan menangapi pernyataan tersebut.

"Itu tadi Bupati Lahat yang bilang, silakan tanya sama dia," kata Herman.

Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Panji Tjahjanto juga belum bisa berkomentar banyak soal pernyataan Bupati Lahat.

Mereka akan mencari tahu kebenaran informasi tersebut dengan petugasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.