Kaleidoskop 2019: 13 Kasus Pembunuhan yang Jadi Perhatian Publik

Kompas.com - 20/12/2019, 06:01 WIB
Kapolres Subang AKBP M Joni tengah memeriksa kendaraan yang digunakan pelaku TSO (59) untuk membuang jasad istrinya Nita Jong (56) ke wilayah perkebunan Karet di Subang. Dok. HUMAS POLRES SUBANGKapolres Subang AKBP M Joni tengah memeriksa kendaraan yang digunakan pelaku TSO (59) untuk membuang jasad istrinya Nita Jong (56) ke wilayah perkebunan Karet di Subang.

KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2019, berbagai kasus pembunuhan terjadi di sejumlah daerah bahkan ada yang menjadi perhatian publik.

Kasus-kasus pembunuhan yang terjadi sepanjang 2019 ini dilatarbelakangi dengan berbagai masalah, mulai dari ingin menguasai harta, utang piutang, ketidakharmonisan dalam rumah tangga, dendam dan sakit hati.

Dari kasus pembunuhan yang terjadi, para pelaku kejahatan sudah berhasil ditangkap polisi.

Namun, ada beberapa kasus yang pelakunya masih dalam pengejaran pihak berwajib, seperti kasus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian di Sumatera Selatan (Sumsel), yang tewas lalu jasadnya dicor di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang.

Di mana polisi masih memburu dua orang pelaku yang mengubur lalu mengecor korban di TPU Kandang Kawat, sedangkan untuk pelaku utamanya sudah berhasil diamankan.

Lalu ada kasus pembantai di KM Mina Sejati, dari total 36 orang Anak Buah Kapal (ABK), 13 lompat ke laut, dua ditemukan tewas dan 11 selamat.

Sementara 23 ABK yang ada di atas kapal termasuk tiga pelaku pembantain yang terdiri dari anak, bapak dan paman, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, kasus Hakim PN Medan yang ditemukan tewas di kebun sawit milik warga, dan yang baru-baru ini mahasiswi Universitas Bengkulu yang ditemukan tewas terkubur di belakang kosnya.

Hingga berita ini diturunkan, para pelaku pembunuhan tersebut belum berhasil ditangkap.

Berikut ini kaleidoskop pembunuhan sepanjang tahun 2019 yang Kompas.com rangkum:

1. Kesal diomeli soal utang, suami bunuh istri

Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

Pembunuhan ini terjadi pada awal Januari tahun 2019, Nita Jong (56), warga Citra Garden Kalideres, Jakarta Barat, ditemukan tewas di perkebunan Karet PTPN VIII, Blok Jalupang, Kampung Cikuda, Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Rabu (2/1/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat ditemukan warga, di tubuh korban terdapat luka melingkar di bagian leher yang diduga bekas cekikan.

Setelah melakukan serangkain pemeriksaan, aparat Kepolisian Polres Subang akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuh korban yakni TSO (58) yang tak lain adalah suaminya sendiri.

Pelaku dibekuk di KM 62 Tol Cipularang, setelah polisi melakukan pelacakan nomor kontak pelaku.

Kepada polisi, pelaku nekat membunuh istrinya karena kesal diomelin istri terus, gara-gara banyak utang.

Kapolres Subang AKBP M Joni mengatakan, korban dibunuh suaminya di kediamannya pada Senin (31/12/2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah mengeksekusi korban, sambungnya, pelaku sempat panik dan bingung. Oleh pelaku, jasad korban kemudian ia masukkan ke kendaraan miliknya.

Pelaku lalu berkendara dengan membawa jasad korban di dalam kendaraannya selama tiga hari.

Selama tiga hari itu, pelaku berkendara ke Surabaya, Bandung, Indramayu, hingga akhirnya membuang jasad korban di Subang.

"Tiga hari pelaku berkendara," katanya yang dihubungi, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Usai Lakukan Pembunuhan, Suami Bawa Jenazah Istrinya Berkeliling 3 Kota

 

2. Seorang perempuan dibunuh lalu dibakar di spring bed

Petugas dari Tim Labfor Mabes Polri Cabang Palembang melakukan olah tempat kejadian perkara dengan cara membongkar dan mengambil sisa barang bukti di lokasi ditemukan mayat yang hangus terbakar ke kemarin.KOMPAS.com/Amriza Nursatria Petugas dari Tim Labfor Mabes Polri Cabang Palembang melakukan olah tempat kejadian perkara dengan cara membongkar dan mengambil sisa barang bukti di lokasi ditemukan mayat yang hangus terbakar ke kemarin.

Berita Warga Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel), dihebohkan dengan ditemukannya sesosok mayat perempuan dalam kondisi hangus terbakar di atas spring bed, Minggu (20/1/2019), jadi perhatian pembaca di Kompas.com.

Mayat pertama kali ditemukan seorang warga bernama Wagino yang saat itu tengah mengembalakan kambing, oleh warga kejadian tersebut dilaporkan ke polisi.

Di tubuh mayat tersebut didapati pada lehernya masih terbelit kawat. Selain itu, pada sosok mayat ditemukan anting dan sisa telepon selular yang hangus terbakar.

Identitas korban terungkap setelah pencocokan data antemortem di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,jam tangan hingga anting menjadi petunjuk pihak keluarga dan diyakini bahwa itu adalah IA (20).

Setelah melakukan penyelidikan, Polres Ogan Ilir akhirnya berhasil menangkap empat pelaku pembunuh Inah, keempatnya pelaku yakni Feri (30), Abdul malik (22), DP (16), dan FB (16), yang semuanya tercatat sebagai warga Muara Enim.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain mengatakan, motif pembunuhan yang dialami IA, dilatar belakangi utang piutang.

Sebelum ditemukan tewas terbakar di spring bed, sambung Zulkarnain, IA sebelumnya datang ke rumah kontrakan Asri di kawasan Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

"Korban berutang kepada pelaku Asri Rp 1,5 juta. Malam itu korban disuruh untuk melunasi utang tersebut," kata Zulkarnain saat gelar perkara, Rabu (23/1/2019).

Karena tak sanggup membayar, lanjutnya, korban IA akhirnya diperkosa oleh para tersangka serta mengalami kekerasan fisik.

Baca juga: Motif Pembunuhan Perempuan yang Dibakar di Spring Bed Diduga Utang

 

3. Sakit hati, calon pendeta ditemukan tewas di kebun sawit tanpa busana

Nang (20) dan Hendri (18) dua pelaku pembunuhan terhadap seorang calon pendeta inisial MZ (24) ketika berada di Mapolda Sumatera Selatan, Jumat (29/3/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Nang (20) dan Hendri (18) dua pelaku pembunuhan terhadap seorang calon pendeta inisial MZ (24) ketika berada di Mapolda Sumatera Selatan, Jumat (29/3/2019).

Berita calon pendeta ditemukan tewas tanpa busana di areal PT PSM Divisi 3 Blok F19 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (26/3/2019), menjadi sorotan pembaca di Kompas.com.

Kasus ini sendiri dapat terungkap setelah NP (9), seorang pelajar yang berhasil selamat dari kejadian tersebut ditemukan warga.

Diketahui NP bersama MZ pada Senin (25/3/2019) sekitar pukul 16.30 WIB telah diadang oleh dua orang yang mengenakan topeng saat melintas di kawasan Divisi 3.

Dua orang itu langsung menyeret mereka ke dalam areal kebun sawit dengan kondisi tangan diikat menggunakan ban motor bekas.

Setelah melakukan pemeriksaan saksi, pelaku pembunuh MZ berhasil ditangkap tak sampai 48 jam.

Keduan pelaku yakni Hen dan Nang, keduanya ditangkap di kawasaan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.

"Iya alhamdulilah belum sampai 48 jam, tim dari Polda Sumsel, Polres OKI dan Polsek sudah bisa menangkap pelaku inisial Hen dan Nang. Besok setelah bukti dan tersangka merapat ke Polda, kami akan rilis,sekitar pukul 15.00 WIB," kata Kapolda Sumse Irjen Zulkarnain saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (28/3/2019).

Motif pembunuhan MZ diduga karena asmara sehingga pelaku menyimpan kebencian kepada korban.

Baca juga: Dua Tersangka Pembunuhan Calon Pendeta Sempat Berpura-pura Bantu Pencarian Korban

 

4. Guru tari di Blitar di mutilasi

Suasana di rumah duka almarhum Budi Hartanto di Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019) malam. Budi menjadi korban pembunuhan dan jenazahnya ditemukan di dalam koper di pinggir sungai Desa Karanggondang, Blitar.KOMPAS.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIM Suasana di rumah duka almarhum Budi Hartanto di Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019) malam. Budi menjadi korban pembunuhan dan jenazahnya ditemukan di dalam koper di pinggir sungai Desa Karanggondang, Blitar.

Seorang instruktur tari sekaligus pegawai honorer bernama Budi Hartanto (21), warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, ditemukan tewas tanpa kepala di dalam koper tanpa busana di pinggir sungai bawah Jembatan Desa Karanggondang, Blitar, Rabu (3/4/2019).

Dua pelaku pembunuh Budi ditangkap di bus saat hendak menuju Jakarta, kedua pelaku yakni Aris Sugianto dan Azis Prakoso.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, penyidik semula menduga motif pembunuhan adalah perampokan.

"Namun, belakangan menguat motifnya adalah asmara. Motif perampokan tidak terbukti," kata Frans, Jumat (5/4/2019).

Motif asmara diduga berada di balik kasus pembunuhan ini setelah penyidik terus memeriksa saksi dari orang-orang terdekat korban.

"Saksi-saksi terus bertambah. Kemarin 12, sekarang yang diperiksa sudah 14," ujarnya.

Baca juga: Sosok Pria Korban Mutilasi dalam Koper di Mata Keluarga, Guru Tari yang Banyak Uang

 

5. Prada DP mutilasi pacarnya

Prada DP ketika berada di Denpom II Sriwijaya, Jumat (14/6/2019). Prada DP diketahui menjadi terduga pelaku pembunuhan terhadap Fera.KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Prada DP ketika berada di Denpom II Sriwijaya, Jumat (14/6/2019). Prada DP diketahui menjadi terduga pelaku pembunuhan terhadap Fera.

Berita kasus mutilasi yang dilakukan oknum TNI Prada DP kepada pacarnya Fera Oktaria (21), warga Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Sumsel, menyita perhatian pembaca di Kompas.com.

Pasalnya, apa yang dilakukan Prada DP kepada kekasihnya terbilng cukup sadis, setelah membunuh korban dengan cara membekap mulutnya, ia pun memutilasi tubuh korban.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.