Panglima TNI dan Kapolri Pilih Medan sebagai Pusat Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Ini Alasannya

Kompas.com - 19/12/2019, 16:33 WIB
Kapolri Jenderal Idham Aziz didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan untuk operasi pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 melibatkan 120 ribu personel TNI dan Polri. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolri Jenderal Idham Aziz didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan untuk operasi pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 melibatkan 120 ribu personel TNI dan Polri.

MEDAN, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis memilih Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), sebagai pusat kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru (nataru).

Hal itu disampaikan Panglima TNI usai apel gelar pasukan kesiapan pengamanan Nataru di Lapangan Benteng Medan, Jalan Pengadilan, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan, Kamis (19/12/2019)

Menurut Panglima TNI, dia dan Kapolri memilih Medan untuk bersilaturahmi dan menyapa masyarakat di Sumut.

"Untuk apel kesiapan pengamanan  dilaksanakan di Medan untuk pusatnya, dan di daerah pun, semuanya melaksanakan. Tidak ada tujuan tertentu, yang ada adalah kita bersilaturahmi dan menyapa wilayah Sumut," katanya. 

Baca juga: Arus Mudik Natal dan Tahun Baru, 6 Kamera Detektor Dipasang di Batas Kota Solo

Panglima TNI berharap, seluruh komponen masyarakat, Pemerintah Daerah ikut berperan aktif dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020 sehingga dapat berjalan dengan aman, lancar dan damai sebagaimana diinginkan semua orang.

"Tidak ada tujuan tertentu hanya menginginkan silaturahmi aja di Sumut. Kemungkinan tahun depan akan kita pilih wilayah mana menjadi pusat untuk melaksanakan apel kesiapan pengamanan," katanya. 

Operasi Lilin mulai 23 Desember 2019

Hal senada diungkapkan Kapolri Jenderal Idham Azis. Menurutnya, apel gelar pasukan ini dilaksanakan di seluruh Indonesia.

"Bapak Panglima dan saya memilih Medan untuk memberi motivasi seluruh personel di jajaran Kodam Bukit Barisan dan Polda Sumut agar Operasi Lilin yang dilaksanakan  mulai 23 Desember besok sampai 2 Januari 2020 berjalan lancar, tertib," katanya. 

Ketika ditanya mengenai provinsi mana yang terdeteksi kerawanannya, Idham mengatakan pihaknya sudah melakukan mapping di seluruh daerah.

"Ttentu kita sudah mapping di mana tingkat-tingkat kerawanannya. Operasi Natal lilin tahun ini melibatkan kurang lebih 12.000 personel, gabungan TNI dan Polri, serta aparat Pemda dan organisasi masyarakat," katanya.

Dia juga berharap semua bisa bekerja sama karena pengamanan bukan hanya domain TNI dan Polri, tetapi masyarakat juga berperan untuk menciptakan suasana yang kondusif. 

Baca juga: Polda Jateng Kerahkan 20.000 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X