Pasien Kecanduan Game di RSJ Jabar Terus Bertambah

Kompas.com - 19/12/2019, 11:40 WIB
Kecanduan game. ShutterstockKecanduan game.

BANDUNG, KOMPAS.com - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat mencatat peningkatan jumlah pasien kecanduan video game yang mereka tangani.

Selama November 2019 saja, RSJ Jawa Barat menangani 19 pasien kecanduan video game.

Padahal dari Januari hingga Oktober 2019, ada 81 pasien kecanduan video game yang mereka tangani.

Selama rentang waktu itu, rata-rata kurang dari 10 pasien yang ditangani setiap bulannya.

"Yang ditangani remaja berusia 15-17 tahun, ada juga satu pasien yang berumur 3,5 tahun," kata Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa dan Remaja Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat Lina Budianti kepada Kompas.com, Rabu (18/12/2019).

Lina menduga, peningkatan jumlah pasien ini disebabkan semakin tingginya kesadaran masyarakat bahwa kecanduan video game merupakan salah satu gangguan kejiwaan.

Baca juga: Kecemasan Berlebihan Bisa Jadi Dampak Awal Kecanduan Game

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Dr. Elly Marliyani SpKJ, MKM kembali mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan gawai.

Khususnya bagi para orang tua yang memiliki anak gemar bermain video game.

"Penggunaan gadget (gawai) yang berlebihan dapat menyebabkan dampak yang negatif, bahkan bisa sampai menyebabkan kecanduan gadget," ujar Elly.

Salah satu dampak yang sering terjadi pada anak dan remaja, kata Elly, adalah sulitnya anak berkonsentrasi yang dapat mengganggu aktivitas belajar.

Karena itu, ia pun mengimbau para orang tua agar lebih serius memantau penggunaan gawai oleh anak.

"Dampak yang terjadi pada anak kecanduan gadget dapat berupa gangguan dalam perkembangan dan masalah emosi serta perilaku," jelasnya.

Baca juga: Kembali Sekolah, Siswa SD yang Bolos 4 Bulan dan Kecanduan Game Online

Kasus kecanduan video game atau gaming disorder tak bisa lagi dianggap sepele. Sifat adiksi dari bermain game bisa berdampak serius terhadap gangguan kejiwaan.

Dari sejumlah pasien kecanduan game yang ditangani RSJ Jawa Barat, beberapa orang terpaksa menjalani rawat inap karena muncul gejala gangguan jiwa lain seperti depresi.

Rawat inap dilakukan untuk memisahkan pasien dari gawai.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X