Jasa Marga Pastikan Banjir Tak Akan Masuk Ruas Tol Madiun-Surabaya

Kompas.com - 18/12/2019, 07:56 WIB
Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri, AJ Dwi Winarsa memberikan penjelasan langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang pernah melanda ruas tol Madiun-Surabaya KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIDirektur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri, AJ Dwi Winarsa memberikan penjelasan langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang pernah melanda ruas tol Madiun-Surabaya

MADIUN, KOMPAS.com — PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) memastikan banjir tidak akan masuk hingga ke ruas jalan tol Madiun-Surabaya seperti yang terjadi awal Maret tahun 2019.

Pasalnya, saat ini sudah dibangun water balance dan tanggul permanen. 

"Mudah-mudahan dengan adanya water balance dan perbaikan tanggul harapan kami kejadian kemarin (banjir) tidak terjadi lagi," kata Dirut PT JNK, AJ Dwi Winarsa kepada Kompas.com, Selasa ( 17/12/2019).

Baca juga: Cegah Kecelakaan Libur Natal dan Tahun Baru, Tol Madiun-Surabaya Dipasang Singing Road

Untuk diketahui, banjir bandang yang menerjang wilayah Madiun, Jawa Timur meluas ke ruas tol Madiun 7 Maret 2019. Saat itu, terlihat separuh jalur tol dari arah Surabaya ke Madiun dipenuhi air.

Bahkan, tinggi genangan mencapai pembatas antar sisi jalan tol dengan ketinggian mencapai satu meter. 

Menurut Winarsa, penyebab banjir masuk ruas tol lalu karena curah hujan sangat tinggi yang terjadi 25 tahun sekali.

Selain itu, beberapa titik tanggul miliki BBWS jebol karena tidak bisa menahan air yang melintasi sungai jeroan Madiun. 

Tak hanya itu, tanggul di dekat ruas tol 603 pun jebol sehingga air melintas di ruas jalan tol. Pada saat membangun sudah dihitung curah hujan tertinggi hingga banjir tinggi yang akan terjadi.

"Jebolnya tanggul menjadikan ruas tol semacam menjadi bendungan pengganti. Saat itu air menggenang jalur A karena permukaannya lebih rendah dibandingkan jalur B," kata Winarsa. 

Baca juga: Natal dan Tahun Baru, Tol Kayu Agung- Palembang Digratiskan

Setelah dilakukan perhitungan debit hujan saat itu, kata Winarsa, PT JNK membangun gorong-gorong bulat sebanyak tiga biji sebagai penyeimbang muka air.

Teknisnya, bila jalur B muka air lebih tinggi maka air akan mengalir ke jalur A.

"Sudah selesai terbangun seratus persen tahun ini," kata Winarsa. 

Selain itu, PT JNK sudah berkoordinasi dengan BBWS terkait perbaikan tanggul jebol yang dekat ruas jalan tol. Bahkan tanggul yang rusak sudah dibangun secara permanen dengan beton. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X