7 Kasus Penyiksaan Satwa, Mata Kucing Ditusuk hingga Orangutan Terluka dengan 73 Peluru

Kompas.com - 18/12/2019, 06:16 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Aceh melalui tim SKW II Subulussalam bersama YOSL-OIC dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap satu individu orangutan dengan kondisi terluka dan kedua matanya buta diduga akibat tembakan senapan angin.  Rabu (27/11/2019). DOK BKSDABalai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui tim SKW II Subulussalam bersama YOSL-OIC dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap satu individu orangutan dengan kondisi terluka dan kedua matanya buta diduga akibat tembakan senapan angin. Rabu (27/11/2019).
Editor Rachmawati

Karantina orangutan tersebut yang dikelola oleh dua lembaga swadaya, yakni The Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) dan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL).

Sayangnya tembakan tersebut membuat dua mata Paguh buta. Selain itu, dari hasil pemindaian sinar x, diketahui peluru menyebar di beberapa bagian tubuh.

Rinciannya, 16 peluru di kepala dan 4 di kaki dan tangan. Kemudian, 3 peluru di daerah panggul, dan satu peluru di daerah perut.

Baca juga: Kisah Tragis Orangutan: 24 Peluru di Badan dan Coba Bertahan Hidup dengan Kebutaan

6. Di Aceh, orangutan terluka dengan 73 tembakan

Seekor induk orangutan di kawasan perkebunan warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh terluka dengan 73 butir peluru senapa angin bersarang di tubuhnya

Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji mengatakan dari hasil pemeriksaan di Sibolangit, induk orangutan itu juga mengalami patah tulang tangan dan kaki kanan serta jari. Ada luka bacok yang sudah bernanah di bagian punggung.

Sapto mengatakan, anak induk orangutan tersebut juga terkena luka tembak dan mati saat dilakukan proses evakuasi.

Induk orangutan akan dirawat di karantina Sibolangit, sedangkan anaknya yang mati juga dikuburkan di sana.

“BKSDA menyesalkan dan mengutuk siapapun yg melukai dan menyiksa kedua individu orangutan itu, dan akan berupaya bersama penegak hukum untuk bisa mengungkap kekejaman terhadap satwa dilindungi,” jelas Sapto dalam keterangan tertulis, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Induk Orangutan Terluka dengan 73 Peluru Bersarang di Tubuh

7. Di Bali, kucing disiksa dengan digantung

Kucing yang digantung dan diunggah di Facebook.Istimewa Kucing yang digantung dan diunggah di Facebook.
Unggahan foto kucing yang seperti digantung menggunakan tali di sebuah pohon viral di media sosial.

Foto tersebut diunggah di akun Facebook Dewa Candra.

Dalam keterangannya, ditulis dengan bahasa Bali yang artinya, "Ini ternyata yang memakan burung merpati saya pantesan terus hilang tanpa jejak, 9 ekor makan merpati. Sudah sejak seminggu saya intai," tulis Dewa Candra.

Sontak unggahan tersebut mendapat kecaman dari warganet.

Bahkan Bali Animal Defender bersama Bali Cat Lovers akan melaporkan akun Facebook Dewa Candra ke Polda Bali, Senin (16/12/2019).

"Kami laporkan karena kekerasan dan penyiksaan terhadap hewan," kata anggota Bali Cat Lovers, Junian Christina, di Mapolda Bali.

Junian mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pemilik akun Dewa Candra tersebut.

Jika memang merasa kesal, harusnya kucing tersebut diusir saja dan tidak disiksa seperti itu.

"Ini viralnya di sosmed, kita laporkan ke tim dari cyber crime (Polda Bali) untuk mengetahui posisi di pelaku," katanya.

Baca juga: Viral Kucing Disiksa dengan Digantung di Bali, Pengunggah Foto Dipolisikan

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Retia Kartika Dewi, Hendra Cipta, Achmad Faizal, M Agus Fauzul Hakim, Ryana Aryadita Umasugi, Mei Leandha, Raja Umar, Imam Rosidin | Editor: Sari Hardiyanto, Rachmawati, Robertus Belarminus, Kurnia Sari Aziza, Abba Gabrillin, David Oliver Purba, Khairina)

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Pak, Tempat Kami Ada Sekolah Tatap Muka Diam-diam...'

"Pak, Tempat Kami Ada Sekolah Tatap Muka Diam-diam..."

Regional
'Memang Saya Putra Ibu Risma, kalau Direkomendasikan, Saya Akan Berdiri Sendiri'

"Memang Saya Putra Ibu Risma, kalau Direkomendasikan, Saya Akan Berdiri Sendiri"

Regional
Siap Maju di Pilkada Surabaya, Putra Sulung Yakin Dapat Restu Risma

Siap Maju di Pilkada Surabaya, Putra Sulung Yakin Dapat Restu Risma

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 15 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 15 Agustus 2020

Regional
6 Guru Positif Covid-19 di Padang Panjang, Belajar Tatap Muka di 3 SMP Dihentikan

6 Guru Positif Covid-19 di Padang Panjang, Belajar Tatap Muka di 3 SMP Dihentikan

Regional
Pria Ngamuk Sambil Acungkan Pisau di Mapolres Jember Ternyata Sakit Jiwa, Polisi: Keluarga Menolak Menerima Lagi

Pria Ngamuk Sambil Acungkan Pisau di Mapolres Jember Ternyata Sakit Jiwa, Polisi: Keluarga Menolak Menerima Lagi

Regional
Ada Sekolah yang Gelar Belajar Tatap Muka, Ganjar: Kalau Belum Izin, Saya Tutup

Ada Sekolah yang Gelar Belajar Tatap Muka, Ganjar: Kalau Belum Izin, Saya Tutup

Regional
Di Hadapan Gubernur Ganjar, Investor Keluhkan Sulitnya Urus Perizinan

Di Hadapan Gubernur Ganjar, Investor Keluhkan Sulitnya Urus Perizinan

Regional
Saat Sang Putra Sulung Ingin Jadi Calon Pengganti Risma di Pilkada Surabaya

Saat Sang Putra Sulung Ingin Jadi Calon Pengganti Risma di Pilkada Surabaya

Regional
Negosiasi Aparat Gagal, Bendera Bulan Bintang Tetap Berkibar di Lhokseumawe

Negosiasi Aparat Gagal, Bendera Bulan Bintang Tetap Berkibar di Lhokseumawe

Regional
Seorang Guru Besar Undiksha Bali Meninggal karena Covid-19

Seorang Guru Besar Undiksha Bali Meninggal karena Covid-19

Regional
Sempat Berkibar 1 Jam, Bendera Bulan Bintang Diturunkan Aparat di Aceh

Sempat Berkibar 1 Jam, Bendera Bulan Bintang Diturunkan Aparat di Aceh

Regional
'Baru Pertama Saya Lihat, Warga Masuk Kawasan Karantina, Menjemput Keluarga Positif Covid-19'

"Baru Pertama Saya Lihat, Warga Masuk Kawasan Karantina, Menjemput Keluarga Positif Covid-19"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X