Detik-detik Air Bah Hancurkan Puluhan Keramba Jaring Apung di Cianjur

Kompas.com - 16/12/2019, 21:09 WIB
Kondisi kolam jaring apung di Waduk Cirata Blok Coklat Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang porak poranda akibat diterjang air bah Sungai Cisokan, Minggu (15/12/2019) KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKondisi kolam jaring apung di Waduk Cirata Blok Coklat Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang porak poranda akibat diterjang air bah Sungai Cisokan, Minggu (15/12/2019)

"Rencana panen untuk akhir tahun ini dipastikan gagal,” ucapnya.

Sementara itu, Iyong (45), pemilik KJA lainnya menyebutkan, terjangan air bah dari aliran Sungai Cisokan ke areal KJA bukan kali pertama terjadi. Peristiwa ini rutin terjadi setiap tahun.

Namun tahun ini yang paling parah, karena air bah membawa banyak material sampah sehingga mampu merusak keramba jaring apung.

Lebih lanjut dikatakan, selain merusak keramba jaring apung, air bah juga sempat membalikkan sejumlah perahu milik petani ikan. 

Selain itu, saat kejadian ada beberapa pegawai yang sedang bekerja di atas KJA. Mereka selamat sehingga tidak ada korban. Hanya saja kerugian materi sangat besar.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 30 KJA Waduk Cirata di Blok Cokelat dan Blok Jangari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat porak poranda diterjang air bah dari aliran Sungai Cisokan.

Babinsa Desa Cikidangbayabang, Serka Supendi menyebutkan, kejadian tersebut dipicu luapan air dari Sungai Cisokan yang masuk ke kawasan waduk disertai material sampah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“KJA yang mengalami kerusakan sekitar 30 unit dan berada dibeberapa titik lokasi. Adapun KJA di blok Coklat ini adalah yang paling terdampak, karena paling dekat dengan aliran Sungai Cisokan,” kata Supendi.

Baca juga: 30 Kolam Jaring Apung Hancur Diterjang Air Bah, Belasan Ton Ikan Lepas

Dikatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, namun kerugian materil yang dialami para petani KJA diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

"Selain KJA mengalami kerusakan parah, ikan-ikan juga pada lepas. Kerugian materilnya cukup besar," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.