Penjual Nasi Rames Korban Penipuan Sampai Jual Tanah Demi Umrah

Kompas.com - 16/12/2019, 19:36 WIB
Tari (50) menunjukkan surat laporan polisi saat mendatangi sebuah pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). KOMPAS.com/Fadlan Mukhtar ZainTari (50) menunjukkan surat laporan polisi saat mendatangi sebuah pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).

BANYUMAS, KOMPAS.com - Tari (50) penjual nasi rames di kawasan wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini hanya bisa pasrah.

Dia beserta ibu dan ketiga adiknya terancam batal menjalankan ibadah umrah setelah bos biro perjalanan yang akan memberangkatkan, kabur. 

Hingga kini pasangan suami istri berinisial RD dan NR yang mengelola biro perjalanan umrah tersebut tidak diketahui keberadaannya. 

Tari telah menyerahkan uang sebanyak Rp 153 juta untuk biaya umrah lima orang. Uang tersebut dibayarkan lunas sejak sembilan bulan lalu.

"Saya sudah bayar lunas, masing-masing Rp 30.600.000. Saya jual tanah, karena ingin ibadah yang benar," kata Tari saat ditemui, Senin (16/12/12019).

Baca juga: Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Tari kenal baik sosok NR. Selain mengelola biro perjalanan umrah, NR merupakan pengasuh pondok pesantren di desa tempat tinggalnya, Kemutug Lor. Pondok tersebut juga digunakan sebagai TK.

"Saya kenal baik, makanya saya daftar di sini. Setiap hari saya nganter cucu saya ke TK," ujar Tari.

Tari sudah sempat meminta NR untuk mengembalikan uang yang telah dibayarkan. Pasalnya, dia sempat curiga karena rencana keberangkatan umrah tertunda beberapa kali.

"Saya inginnya baik-baik saja sebetulnya, yang penting uang saya kembali," kata Tari.

Kepala Desa Kemutug Lor Sarwono mengaku sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Selama ini biro perjalanan umrah tersebut berjalan dengan baik.

"Selama ini tidak terjadi yang seperti ini. Sudah dua kali memberangkatkan jemaah untuk umrah dan tidak ada masalah apapun," kata Sarwono.

Baca juga: Korban Penipuan Umrah di Banyumas Lebih dari 100 Orang, Kerugian Diduga Rp 1 Miliar

Diberitakan sebelumnya, belasan calon jemaah umrah mendatangi sebuah pondok pesantren yang sekaligus dijadikan kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).

Namun, saat didatangi pemilik biro perjalanan sekaligus pengasuh pondok pesantren tidak ada di tempat. Pasangan RD dan NR telah meninggalkan rumah hampir sebulan yang lalu.

Korban dugaan penipuan sekitar 127 orang dengan kerugian diperkirakan mencapai hampir Rp 1 miliar. Selain dugaan penipuan umrah, pasangan suami istri tersebut juga diduga menipu dengan modus investasi jual beli benda antik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Kasus Pertama Positif Corona di Lombok Barat, Pasien Ikut Kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa

Dua Kasus Pertama Positif Corona di Lombok Barat, Pasien Ikut Kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa

Regional
Pemakaman Jenazah Perawat Positif Corona di Semarang Ditolak Warga, Sekda Prihatin

Pemakaman Jenazah Perawat Positif Corona di Semarang Ditolak Warga, Sekda Prihatin

Regional
Warga Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan di Kebun Karet, Ini Faktanya

Warga Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan di Kebun Karet, Ini Faktanya

Regional
Sakit Hati, Menantu Curi Mobil Mertua, Disimpan di Tempat Parkir Hotel

Sakit Hati, Menantu Curi Mobil Mertua, Disimpan di Tempat Parkir Hotel

Regional
Dalam Sehari, 5 PDP di RSUD Soedarso Pontianak Meninggal Dunia

Dalam Sehari, 5 PDP di RSUD Soedarso Pontianak Meninggal Dunia

Regional
PSBB, Ini 6 Rute Kereta Api yang Masih Beroperasi ke Jakarta

PSBB, Ini 6 Rute Kereta Api yang Masih Beroperasi ke Jakarta

Regional
Delapan Anggota Keluarga Almarhum Bupati Morowali Utara Positif Covid-19

Delapan Anggota Keluarga Almarhum Bupati Morowali Utara Positif Covid-19

Regional
Kronologi Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Kronologi Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Mudik Dari Jakarta, Seorang Baby Sitter Meninggal, Statusnya PDP Covid-19

Mudik Dari Jakarta, Seorang Baby Sitter Meninggal, Statusnya PDP Covid-19

Regional
Gunung Merapi Kembali Meletus, Tinggi Kolom Capai 3.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Meletus, Tinggi Kolom Capai 3.000 Meter

Regional
Lagi, 2 Pasien Positif Corona di Kota Jayapura Meninggal Dunia

Lagi, 2 Pasien Positif Corona di Kota Jayapura Meninggal Dunia

Regional
Sebut Muslim Menjadi Kafir jika Tak Shalat Jumat, Seorang Khatib Diamankan Polisi

Sebut Muslim Menjadi Kafir jika Tak Shalat Jumat, Seorang Khatib Diamankan Polisi

Regional
Jadi Pasien Positif Covid-19 Pertama di NTT, YouTuber Ini Umumkan Hasil Tes Swab Lewat YouTube

Jadi Pasien Positif Covid-19 Pertama di NTT, YouTuber Ini Umumkan Hasil Tes Swab Lewat YouTube

Regional
Mereka yang Pulang ke Indonesia di Tengah Wabah Corona

Mereka yang Pulang ke Indonesia di Tengah Wabah Corona

Regional
Fakta Terbongkarnya Penyuplai Makanan dan Amunisi untuk KKB, Berawal dari Petugas Gelar Razia

Fakta Terbongkarnya Penyuplai Makanan dan Amunisi untuk KKB, Berawal dari Petugas Gelar Razia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X