Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Kompas.com - 15/12/2019, 21:59 WIB
Hotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter difoto menggunakan drone, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru.  KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESHotel gantung Padjajaran Anyar yang terletak di tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat setinggi 500 meter difoto menggunakan drone, Sabtu (18/11/2017). Hotel gantung ini diklaim sebagai hotel gantung tertinggi di dunia mengalahkan ketinggian hotel gantung di Peru.

KARAWANG, KOMPAS.com - Skywalker Via Ferrata Mount Parang angkat bicara mengenai kecelakaan panjat tebing yang menimpa AKBP Andi Nurwandy di jalur Via Ferrata, Dusun Cihuni, Sukamulya, Purwakarta.

"Selaku salah satu operator wisata Via Ferrata di Gunung Parang menyatakan ikut berbela sungkawa atas kejadian tersebut," ujar Skywalker Via Ferrata Mount Parang dikutip dari keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (15/12/2019).

Diektahui, terdapat empat operator wisata Via Ferrata di Gunung Parang, yaitu Skywalker Via Ferrata, Badega Cihuni-Gunung Parang, Badega Cirangkong-Gunung Parang dan Consina Parang Via Ferrata.

Masing masing operator memiliki jaur sendiri dan beroperasi secara independen dalam pengelolaannya.

Baca juga: Kronologi Mantan Kapolres Tewas Terjatuh Saat Mendaki Tebing Gunung Parang

Skywalker Via Ferrata Mount Parang sejauh ini selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan pemanjatan oleh para tamu Via Ferrata.

Begitu juga penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan penggunaan safety equipment yang standar, yang memang biasa digunakan dalam aktivitas Via Ferrata.

Dikarenakan kejadian kecelakaan yang terjadi hari Sabtu (14/12/2019) masih dalam penyidikan dan penyelidikan kepolisian, maka Skywalker Via Ferrata Mount Parang hanya dapat memberikan beberapa informasi.

"Kejadian kecelakaan pada hari Sabtu (14/12/2019) tidak terjadi di lokasi dan jalur Via Ferrata yang kami kelola," ungkap Skywalker Via Ferrata.

Baca juga: Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Kelengkapan P3K

Mereka mengimabu kepada calon tamu wisatawan untuk mereview kembali perjalanan ke Via Ferrata Gunung Parang dengan mempertimbangkan sejumlah aspek.

Di antaranya kesiapan fasilitas yang dimiliki oleh operator wisata, baik guide, asuransi dan basecamp serta alat P3K.

Kemudian kelengkapan dan standar alat keamanan pemanjatan, seperti seat harness, rock climbing helmet, lanyard EAS.

Lalu kelayakan jalur Via Ferrata seperti besi trap tangga yang kuat dan memadai, sling baja yang tidak korosi dan rusak.

"Juga kesiapan SOP yang dimiliki oleh operator, termasuk didalamnya evacuation plan jika terjadi kecelakaan," katanya.

Baca juga: Detonator Meledak di Kejari Parepare, Mantan Kapolres: Saya Sudah Bilang Kan?

Tingkatkan standar keamanan

Skywalker Via Ferrata Mount Parang juga mengimbau kepada segenap operator wisata Via Ferrata untuk saling mengingatkan dan meningkatkan mutu kualitas pelayanan dan standar keamanan pemanjatan.

Sebab, operator wisata Via Ferrata di Indonesia belum memiliki wadah atau asosiasi yang menghimpun semua pelaku atau operator wisata Via Ferrata.

"Maka dapat dipastikan belum ada kesamaan standar keamanan dan regulasi yang mengatur detail akan aktivitas wisata ini," tambahnya.

Akan tetapi, masing-masing operator bisa mengambil referensi dari pengelolaan wisata Via Ferrata yang sudah baku diatur dalam Union Internationale Association de Alpinisme (UIAA) atau juga disebut International Mountaineering and Climbing Federation.

Federasi internasional tersebut menaungi bidang pendakian gunung dan panjat tebing yang sudah mengatur tentang aktivitas Via Ferrata, baik dari segi konstruksi jalur maupun pengelolaan aktivitasnya.

Baca juga: Bukan Cuma Satu, Bakal Ada 9 Hotel Gantung Lagi di Gunung Parang

Kronologi kecelakaan

Sebelumnya, AKBP Andi Nurwandi meninggal akibat kecelakaan saat naik tebing Gunung Parang, Desa Sukamulya, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (14/12/2019) sore.

Sore itu Andi beserta adik dan anaknya naik tebing Gunung Parang. Kemudian pada saat turun, tiba-tiba tali putus. Andi jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter.

"Pada saat terjatuh masih ada detak jantung dan di perjalanan almarhum meninggal dunia sekira pukul 16.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X