Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Kompas.com - 15/12/2019, 07:31 WIB
Moh. Syafií,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

JOMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya terus mengurangi jumlah penderita katarak dan menargetkan bebas katarak pada tahun 2023.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim terus berupaya menggerus tingginya jumlah penderita katarak lewat berbagai program yang melibatkan banyak kalangan.

"Kita berharap bahwa pada 2023, Jawa Timur sudah bisa bebas katarak," kata Khofifah saat ditemui usai mengunjungi pasien operasi katarak gratis di RSUD Jombang, Jawa Timur, Sabtu (14/12/2019).

Baca juga: Khofifah: Museum HAM Munir Akan Jadi Pembelajaran tentang Demokrasi

Operasi katarak gratis di RSUD Jombang diselenggarakan oleh Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih bekerja sama dengan Pemprov Jatim, Koarmada II dan Pemerintah Kabupaten Jombang.

Khofifah mengatakan, hingga saat ini jumlah penderita katarak di Jawa Timur cukup tinggi dan melampui jumlah rata-rata tingkat nasional.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menyebutkan, angka penderita katarak di wilayah yang dipimpinnya sebesar 4,3 persen.

Angka rata-rata penderita katarak di Jawa Timur tersebut berada di atas dari rata-rata secara nasional, yakni sebesar 3 persen.

Menurut Khofifah, tingkat kebutaan akibat katarak juga cukup tinggi.

Lebih dari 80 persen kebutaan di Jatim disebabkan oleh katarak yang tidak tertangani.

Khofifah mengatakan, untuk mewujudkan Jawa Timur bebas katarak pada 2023, diperlukan kerja sama dari seluruh masyarakat.

"Oleh karena itu, sikap proaktif dari seluruh masyarakat untuk menyampaikan dan siap untuk melaporkan, bisa mengantarkan, supaya sama-sama kita bisa menyisir secara lebih komprehensif," ujar Khofifah.

Seusai mengunjungi pasien operasi katarak di RSUD Jombang, Khofifah menghadiri acara peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional di alun-alun Jombang.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim itu tak lupa menitipkan pesan agar para pendamping program sosial ikut serta dalam memantau kondisi kesehatan masyarakat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com