Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Kompas.com - 14/12/2019, 13:01 WIB
Rumah-rumah warga yang tertimbun pasir dan lumpur di desa Bangga, Dolo Selatan menyebabkan 371 keluarga kehilangan tempat tinggal, 1 Mei 2019. VOA/ Yoanes LithaRumah-rumah warga yang tertimbun pasir dan lumpur di desa Bangga, Dolo Selatan menyebabkan 371 keluarga kehilangan tempat tinggal, 1 Mei 2019.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Minggu (8/12/2019), banjir bandang yang membawa material lumpur terjadi di wilayah Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 1.026 jiwa yang direlokasi akibat kejadian tersebut.

Dilansir dari VOA Indonesia, banjir bandang yang terjadi di wilayah Desa Poi dipicu oleh hujan deras selama dua jam yang mengakibatkan material di lereng Gunung Tinombu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Selatan hanyut.

Nartin (37), seorang ibu rumah tangga di Desa Po bercerita saat gempa bumi yang terjadi pada tahun 2018 lalu, Gunung Tinombu di desa mereka akan terbelah karena longsor.

Baca juga: 4 Fakta Banjir Bandang di Sigi, Dua Meninggal hingga Bupati Minta Warga Waspada

Akibatnya terdapat tumpukan material batu becampur pasir dan kerikil seluas 62 hektar di lereng Gunung Tinombu. Material tersebut yang terbawa saat banjir bandang, Minggu pagi.

Menurut Nartin, sejak tumpukan longsoran itu muncul pasca-gempa tahun 2018, warga Desa Poi, Pulu, dan Balongga sudah merasa tak aman.

Mereka takut saat hujan deras dalam waktu yang lama, material tersebut akan terbawa arus ke pemukiman mereka yang hanya berjarak 1,5 kilometer dari kaki gunung.

Ketakutan mereka terbukti.

Saat banjir bandang menerjang kampung mereka pada Minggu pagi pekan lalu, enam rumah rusak berat tertimbun material pasir bercampur lumpur setingga 1 meter.

Baca juga: Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

“Kalau sudah hujan, sudah lari kita orang. Sedangkan rumah cuma kecil mau ditempati. Kalau hujan begini, mau lari dimana kita, mau berkumpul dimana?” ujar Nartin dengan nada khawatir.

Hal senada juga diceritakan Ernawati, E (45) saat ditemui VOA Indonesia di lokasi pengungsian di Desa Poi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
Ada Temuan BPK, Program Kartu Jombang Sehat Perlu Perbaikan Regulasi

Ada Temuan BPK, Program Kartu Jombang Sehat Perlu Perbaikan Regulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X