Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Kompas.com - 13/12/2019, 21:13 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin merespon kebijakan Kemendikbud terkait penghapusan Ujian Nasional (UN) saat ditemui di Ruang Rapat Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/12/2019). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin merespon kebijakan Kemendikbud terkait penghapusan Ujian Nasional (UN) saat ditemui di Ruang Rapat Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/12/2019).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan pandangannya mengenai penggantian Ujian Nasional ( UN) pada tahun ajaran 2021.

Menurut Ade, selama ini UN sudah menjadi masalah besar bagi para siswa di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.

Masyarakat, kata dia, menilai bahwa UN selalu menjadi tolak ukur kecerdasan anak serta nilai di akhir masa sekolah.

"Iya kan UN itu bukan jadi jaminan bahwa dia pintar, tetapi kan siswa itu dilihat dari kesehariannya dan justru saat ulangan harian. Rajin apa enggak cerdas apa enggak," ucap Ade, saat ditemui di Ruang Rapat Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/12/2019).

Baca juga: Klarifikasi Nadiem Makarim: UN Tidak Dihapus, Hanya Diganti...

Sehingga hal itu berdampak pada siswa berprestasi yang diukur hanya dari nilai UN saja.

Padahal, standar kenaikan dari satu jenjang ke jenjang yang lebih tinggi bisa dilihat dari banyak kemampuan lain.

"UN kadang-kadang ya kayak bikin gambling begitu, karena ketika kondisi anaknya lagi tidak bagus, jadi UN-nya jelek. Padahal dia (siswa) pintar kan," sambung Ade.

Oleh sebab itu, penghapusan UN tidak menjadi masalah besar, asalkan ada pengganti yang lebih baik.

Ketua DPW Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pun sepakat dengan kebijakan UN 2021 ditiadakan.

"Iya, saya pikir penghapusan UN tidak jadi masalah besar asal penggantinya harus menjadi lebih baik. Jadi kecerdasan anak tidak lagi diukur dari UN menurut saya," ungkap Ade.

Kata Ade, alasan ditiadakannya UN oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim, disebabkan karena UN hanya membuat siswa menghafal dan menjadi sumber stres bagi siswa, guru, dan orangtua.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Regional
Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Regional
Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Regional
Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Regional
Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Regional
BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

Regional
6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

Regional
Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Regional
6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

Regional
Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Regional
4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

Regional
Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Regional
Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Korban Longsor Bogor Direlokasi ke Wilayah Cigudeg

Ridwan Kamil Sarankan Korban Longsor Bogor Direlokasi ke Wilayah Cigudeg

Regional
Soal Virus Corona, Gubernur Bali Minta Turis Asing Tidak Khawatir

Soal Virus Corona, Gubernur Bali Minta Turis Asing Tidak Khawatir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X