Bocah 10 Tahun yang Tangannya Dibakar Sering Jadi Pelampiasan Emosi Ibu Tiri

Kompas.com - 13/12/2019, 17:56 WIB
Ilustrasi api.
PIXABAY/Myriams-FotosIlustrasi api.

Kekerasan oleh orang dekat

Terkait kasus kekerasan terhadap anak ini, praktisi relasi anak – orangtua asal Lampung, Fitria Laurent mengatakan, hal itu adalah fenomena yang patut diwaspadai.

Karena, memang sulit diterima oleh akal sehat bahwa kekerasan yang menimpa anak justru dilakukan oleh orang terdekat si anak.

“Apakah benar perilaku anak yang menjadi pemicu atau penyebab tindakan kekerasan orangtua atau orang dewasa lainnya?” katanya saat dihubungi, Jumat.

Fitria menggarisbawahi pada diksi “penyebab”, karena dalam narasi kepolisian ataupun pemberitaan sering disebutkan bahwa hal yang menyebabkan terjadinya kekerasan itu adalah karena perilaku si anak.

“Ada apa dengan orangtua saat ini, kenapa cenderung tidak tahan dengan rengekan anak? Tidak terima dengan perilaku anak yang tidak sesuai standar ukuran orang dewasa? Ataukah, anak hanya menjadi tempat pelampiasan yang aman?” kata praktisi Pendididkan Menghidupkan Nilai bersertifikat internasional ini.

Baca juga: Kapal Nelayan Meledak, Nakhoda Menderita Luka Bakar di Sekujur Tubuh

Fitria menjelaskan, jika mencari penyebab, ada empat hal yang patut dijadikan sebagai penyebab terjadinya kekerasan oleh orangtua kepada anak.

Di antaranya, tuntutan (tekanan) di tempat kerja yang membuat orangtua untuk langsung bereaksi.

“Dampaknya, tidak tersedianya ruang dan waktu untuk mendengarkan kata hati, untuk berhenti sejenak mengolah pikiran dan emosi ketika terjadi sesuatu yang memancing amarah,” katanya.

Kemudian, kesadaran peran sebagai orangtua yang hilang. Fitria menjelaskan, sekarang ini menjadi orangtua hanya dimaknai sebagai bagian dari siklus hidup tanpa disadari akan spiritual diri sebagai orangtua.

“Sehingga ketika mendapati anak tak sesuai atau mengganggu kehidupan aman orangtua, maka reaksi atau dorongan yang dilakukan adalah mengamankan diri mereka (orangtua), bukan melihat pada perannya,” kata Fitri.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X