Hukuman Ahmad Dhani Susut dalam Kasus Vlog Idiot, Jaksa Tak Kasasi

Kompas.com - 13/12/2019, 17:23 WIB
Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik Ahmad Dhani Prasetyo mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (11/6). Majelis Hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada terdakwa. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQTerdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik Ahmad Dhani Prasetyo mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (11/6). Majelis Hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada terdakwa.

SURABAYA, KOMPAS.com - Jalan Ahmad Dhani menghirup udara bebas akhir Desember tahun ini semakin mulus.

Jaksa memutuskan tidak mengambil langkah hukum kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Surabaya dalam perkara vlog Idiot Ahmad Dhani.

Dengan demikian, vonis Pengadilan Tinggi Surabaya yang memotong masa tahanan dari 1 tahun penjara menjadi 3 bulan penjara 6 bulan masa percobaan bersifat inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

"Alasan jaksa tidak mengajukan kasasi karena jaksa telah menerima pertimbangan hukum hakim dalam perkara tersebut," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung, Jumat (13/12/2019).

Baca juga: Hukuman Ahmad Dhani Dalam Kasus Vlog Idiot Susut Jadi 3 Bulan

Petikan resmi tentang vonis PT Surabaya sendiri, kata Richard, baru diterima Kejaksaan Tinggi Jatim 29 November lalu.

Petikan menyebut Perkara bernomor 1272/PID.SUS/2019/PT SBY itu diputus oleh tiga majelis hakim yang diketuai oleh PH Hutabarat dan dua hakim anggota, Agus Jumardo dan RR Suryowati.

Selain menerima permintaan banding Ahmad Dhani dan jaksa pada Kejaksaan Negeri Surabaya, majelis hakim juga mengubah putusan Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 11 Juni 2019 Nomor 275/Pid.Sus/2019/PN Sby tentang vonis Ahmad Dhani.

Vonis Pengadilan Tinggi Surabaya dalam perkara tersebut menjatuhkan pidana kepada Ahmad Dhani dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan.

Pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika di kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan terdakwa melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama 6 (enam) bulan berakhir.

Vlog "idiot" dilakukan Ahmad Dhani November 2018 lalu di lobi hotel Majapahit Surabaya. Dia tertahan saat akan menghadiri deklarasi ganti presiden di lapangan Tugu Pahlawan Surabaya.

Suami artis Mulan Jameela itu dihadang oleh massa agar tidak hadir di acara deklarasi ganti presiden.

Ahmad Dhani lantas membuat vlog untuk meminta maaf kepada panitia penyelenggara deklarasi ganti presiden dan mengabarkan kepada massa yang menghadiri acara deklarasi ganti presiden bahwa dirinya tidak keluar dari hotel karena diadang massa.

Baca juga: Dari Balik Penjara, Ahmad Dhani Suruh Relawan Ambil Formulir Pendaftaran Calon Wali Kota Surabaya

 

Dalam vlog itu, Ahmad Dhani menyebut massa yang menghadangnya dengan sebutan idiot. 

Ahmad Dhani dinyatakan melanggar Pasal 45 Ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU No 9 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekeluarga Pengemis Tertabrak Mobil Saat Duduk di Pinggir Jalan, Satu Meninggal

Sekeluarga Pengemis Tertabrak Mobil Saat Duduk di Pinggir Jalan, Satu Meninggal

Regional
Ini Nomor Urut Pasangan Calon di Pilkada Serentak Jabar 2020

Ini Nomor Urut Pasangan Calon di Pilkada Serentak Jabar 2020

Regional
Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Regional
7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

Regional
Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Regional
Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Regional
Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Regional
Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Regional
'Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi'

"Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi"

Regional
Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Regional
'Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa'

"Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa"

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Regional
Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Regional
Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X