Pemprov Kalsel Belajar dari Finlandia soal Kehutanan dengan Sistem Online

Kompas.com - 13/12/2019, 12:48 WIB
Lahan percontohan yang dijadikan miniatur hutan hujan tropis di Banjarbaru, Kalsel. KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARLahan percontohan yang dijadikan miniatur hutan hujan tropis di Banjarbaru, Kalsel.


BANJARBARU, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan ( Kalsel) melalui Dinas Kehutanan akan mencontoh mekanisme tata kelola sistem kehutanan yang dilakukan Finlandia.

Itu dilakukan Dishut Pemprov Kalsel setelah melakukan studi banding ke Finlandia beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Kalsel Hanif Faisal Nurofiq mengatakan, Finlandia secara nyata mampu membangun hutannya dengan kondisi lahan yang sangat kritis.

"Mereka di sana juga punya lahan kritis, tetapi mereka secara nyata mampu membangun kembali hutannya, itu yang coba kita contoh," kata Hanif dalam acara persemaian bibit permanen di Banjarbaru, Kamis (12/12/2019).

Baca juga: Punya Bandara Internasional, Ini Target yang Ingin Dicapai Kalsel

Selama 10 hari di Finlandia, Hanif kagum dengan manajemen hutan lestari yang dikelola dengan sangat baik.

Menurut dia, Finlandia mampu mengontrol mekanisme pembinaan hutan secara terpusat melalui sistem online.

"Di sana mekanismenya serba online dan keharusan online itu tidak bisa dihindari. Nah di 2020, kehutanan kita sudah menuju ke online, sehingga semua data-data pelayanan kita lakukan secara online," kata Hanif.

Untuk mencapai semua hal tersebut, lanjut Hanif, saat ini Dishut Pemprov Kalsel sedang menyusun desain pelayanan kehutanan.

Selain itu, menyiapkan beberapa program yang akan dimasukkan sebagai data base awal.

Dengan demikian, Dishut Kalsel akan mampu mengontrol dengan mudah mekanisme pembinaan hutan, mulai saat pembibitan, masa tanam hingga panen.

"Saat ini kita sedang menyusun desainnya, angka-angkanya, dan itu semua kita masukkan sebagai data base awal. Belajar dari mekanisme hutan lestari yang dikelola Finlandia," kata dia.

"Kalau di sana (Finlandia) butuh 100 tahun untuk panen, kita hanya butuh 10 tahun. Jadi ada kesempatan 10 kali, kita pasti bisa," ujar Hanif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X